Warga Jalan Dewi Sartika Resah, Bau Sampah dari Pasar Among Tani Tak Kunjung Teratasi

IMG-20250201-WA0038

Batu | Serulingmedia.com – Warga Jalan Dewi Sartika kelurahan Temas Kecamatan Kota Batu yang berada di belakang Pasar Among Tani Batu, mengeluhkan bau tidak sedap yang setiap hari menyelimuti permukiman mereka. Selain itu, air lindi dari tumpukan sampah di pasar tersebut merembes melalui celah-celah tembok pembatas dan mencemari lingkungan rumah warga.

Salah satu warga terdampak, Suparmi, mengungkapkan bahwa bau busuk dan rembesan lindi sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan, termasuk melapor ke pihak terkait, namun hingga kini belum ada solusi yang nyata.

“Ya seperti ini setiap hari kami diberi bau busuk sampah dari pasar yang posisinya di atas kami,” ujar Suparmi, Rabu siang (5/2/2025).

Lebih lanjut, Suparmi mengaku bahwa sebelumnya pernah ada petugas dari Dinas Pasar bernama Harianto yang mendata warga terdampak dengan meminta fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan KTP. Namun, hingga kini tidak ada tindak lanjut atau bantuan yang dijanjikan.

“Kami sudah didata dan menyerahkan fotokopi KK dan KTP, tapi sampai hari ini tidak ada bentuknya. Janjian kosong,” keluhnya.

Lurah Temas, Adi Santo, membenarkan bahwa warganya sangat terdampak bau busuk akibat tumpukan sampah yang tidak terangkut dari Pasar Among Tani. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Kuperindag) Kota Batu serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH), namun hingga kini belum ada solusi konkret.

“Kami tidak bisa berbuat banyak selain berkoordinasi dan melapor ke Dinas Kuperindag yang menangani pasar serta Dinas Lingkungan Hidup. Jangan sampai warga kami yang harus terus menerima dampaknya,” kata Adi.

Ia menyarankan agar kedua dinas terkait segera duduk bersama dengan DPRD Kota Batu, kelurahan, serta kecamatan untuk mencari solusi cepat agar permasalahan ini tidak berlarut-larut.

Saat dikonfirmasi, Pelaksana Harian (PLH) Kepala DLH Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menanggapi dengan singkat bahwa persoalan sampah di Pasar Among Tani merupakan tanggung jawab Dinas Kuperindag.

“Langsung ke otoritas yang berwenang saja,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kuperindag Kota Batu, Aris Setiawan, menegaskan bahwa pihaknya telah membahas persoalan ini dalam rapat dan akan mulai melakukan pengangkutan sampah secara bertahap mulai Kamis (6/2/2025).

“Hari ini sudah dirapatkan, mulai besok akan dilaksanakan pengangkutan sampah secara bertahap,” jelasnya.

Namun, Aris membantah adanya staf dari UPT Pasar yang mendatangi warga untuk meminta fotokopi KK dan KTP serta menjanjikan bantuan.

“Tidak benar ada staf UPT Pasar yang mendatangi warga, apalagi sampai menjanjikan bantuan,” tegasnya.

Warga jalan Dewi Sartika berharap agar janji pengangkutan sampah benar-benar direalisasikan dan bukan sekadar wacana. Mereka mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan agar lingkungan mereka terbebas dari bau menyengat serta dampak buruk air lindi yang merembes ke rumah-rumah.

Hingga berita ini ditulis, warga masih menunggu langkah konkret dari dinas terkait untuk menyelesaikan masalah sampah yang sudah bertahun-tahun mengganggu kehidupan mereka.( Eno)