Selamatan Kelurahan Temas: Merajut Kebersamaan dalam Tradisi dan Kebanggaan
Batu | Serulingmedia.com – Pendopo Agung Satrio Projo Kelurahan Temas diselimuti kemeriahan dan semangat kebersamaan. Janur kuning yang menghias pendopo Agung menandai perayaan selamatan Kelurahan Temas ke-170 dengan tema “Satya Hardarbeni Bumiringtemas” Selasa Kliwon,( 6 /8/ 2024 ).

Tradisi yang sarat makna ini dihadiri oleh puluhan tumpeng hulu bekti persembahan dari 11 ketua RW, berbagai organisasi kemasyarakatan, dan linmas, yang berpartisipasi dalam prosesi kirab untuk mempersembahkan tumpeng kepada Lurah Temas.
Lurah Temas, Adi Santoso ST.MM, mengenakan beskap merah marun dan blangkon khas Batu, dengan bangga mengungkapkan harapannya dalam acara ini.
“Kami berupaya mengajak masyarakat Temas untuk memiliki Temas dan ayo membangun Temas bareng-bareng,” ujar Ki Lurah Adi Santoso. Pesannya menggema di antara warga yang hadir, menggambarkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun kelurahan Temas kecamatan Batu.
Kirab tumpeng hulu bekti merupakan simbol bakti warga kepada lurah yang telah mengayomi dan memelihara kehidupan di Kelurahan Temas.

Dalam sambutannya, Ki Lurah Adi Santoso menekankan bahwa selamatan desa ini adalah bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kedamaian, kemakmuran, dan keamanan yang dirasakan oleh warga Temas.
“Kirab tumpeng hulu bekti ini sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan YME atas kedamaian, kemakmuran serta guyub rukunan warga Temas dalam membangun wilayah kelurahan. Tumpeng di makan bersama dan disebarkan ke seluruh wilayah,” jelas Ki Lurah.
Acara selamatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk merayakan keberhasilan dan kebersamaan, tetapi juga untuk memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam membangun Kelurahan Temas. Melalui perayaan ini, semangat “Temas SAE” – Sejahtera, Aman, dan Energik – terus dipupuk dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.
Kelurahan Temas telah meraih prestasi yang membanggakan di usia 170 tahun, sebuah pencapaian yang tidak hanya menjadi kebanggaan bagi warga tetapi juga sebagai contoh cemerlang dalam hal pembangunan dan pelestarian budaya.
Dalam acara selamatan yang merayakan prestasi tersebut, Ki Lurah Adi Santoso menyampaikan dengan bangga bahwa Kelurahan Temas telah meraih beberapa penghargaan bergengsi. Penghargaan ini bukan hanya mencerminkan kerja keras dan dedikasi, tetapi juga menunjukkan komitmen Kelurahan Temas dalam berbagai aspek kehidupan.
Penghargaan yang diterima seperti Danumaya Award. Penghargaan ini diberikan oleh Pemerintah Kota Batu sebagai bentuk pengakuan atas kinerja Kelurahan Temas dalam hal lingkungan hidup. Danumaya Award menunjukkan betapa seriusnya kelurahan ini dalam menangani isu-isu lingkungan, termasuk pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS3R) yang telah menjadi perintis dalam upaya pengelolaan sampah di kota tersebut.
Selain itu, Kelurahan Temas juga menerima Batu Tourisme Award, sebuah penghargaan yang menegaskan potensi dan kontribusi kelurahan ini dalam sektor pariwisata. Keberhasilan dalam meraih penghargaan ini menunjukkan bagaimana Temas dapat memanfaatkan kekayaan alam dan budayanya untuk menarik perhatian wisatawan, sekaligus mempromosikan Kota Batu sebagai destinasi wisata yang menarik.
Penghargaan lainnya adalah Penganugrahan Anubhawa Sasana Desa dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
” Penghargaan beberapa hari lalu, ini diberikan sebagai pengakuan terhadap upaya Kelurahan Temas dalam pembangunan budaya hukum di Jawa Timur ” papar Ki Lurah.
Disebutkan, penghargaan ini mencerminkan dedikasi Temas dalam menciptakan lingkungan yang mendukung penegakan hukum dan pembangunan budaya hukum yang baik.
Ki Lurah Adi Santoso menyampaikan harapannya bahwa prestasi ini akan semakin memotivasi warga Temas untuk terus berupaya keras dalam pembangunan kelurahan.
“Semoga kado prestasi ini semakin memotivasi warga Temas untuk terus berupaya keras membangun kelurahannya,” ungkap Ki Lurah dengan penuh semangat.

Pujian juga datang dari Wakil Ketua Satu DPRD Batu, Nurochman, yang mengapresiasi upaya Kelurahan Temas dalam memanfaatkan potensi warganya. Ia menggarisbawahi pentingnya perlindungan terhadap seni budaya yang berkembang di 24 desa dan kelurahan di Kota Batu.
“Saya sangat mengapresiasi terhadap Ki Lurah yang masih muda namun sangat luar biasa dalam pemahaman budaya. Seni budaya yang berkembang di 24 desa kelurahan yang ada di Kota Batu patut dilindungi oleh regulasi. Sehingga kekayaan tak berbenda ini menjadi aset yang dapat ditingkatkan sebagai potensi kekayaan dan sumber destinasi wisata,” papar Nurochman.
Pencapaian Kelurahan Temas ini merupakan contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor budaya dapat menghasilkan hasil yang signifikan.
Keberhasilan ini tidak hanya memberikan kebanggaan bagi warga Temas tetapi juga memberikan inspirasi bagi kelurahan lain dalam hal pengelolaan lingkungan, pengembangan pariwisata, dan pelestarian budaya. Sebagai kado istimewa yang memperingati usia 170 tahun, prestasi ini menjadi simbol komitmen dan dedikasi Kelurahan Temas dalam membangun masa depan yang lebih baik untuk semua.
Semangat ini yang diharapkan dapat terus mengalir dalam setiap langkah pembangunan Kelurahan Temas, menciptakan lingkungan yang harmonis dan sejahtera bagi seluruh warganya.
Selamatan Kelurahan Temas ke-170 ini menjadi bukti nyata betapa tradisi dan kebersamaan mampu mengikat warga dalam satu tujuan mulia: membangun kelurahan yang sejahtera dan harmonis.
Dengan semangat gotong royong, rasa syukur, dan kebanggaan, warga Temas diharapkan terus menjaga dan merawat warisan budaya serta lingkungan mereka, menjadikan Temas sebagai teladan bagi kelurahan lainnya. ( Eno ).







