“Teknologi Boleh Maju, Tapi Moral Tak Boleh Tertinggal”, Rektor UIN Maliki Soroti Dampak Globalisasi

1086623_11zon

Jakarta | Serulingmedia.com — “Teknologi boleh maju, tetapi moral dan karakter tidak boleh tertinggal.” Pernyataan tegas ini disampaikan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., saat menjadi narasumber dalam Talkshow Eksklusif Kajian Islam yang disiarkan TVRI di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

 

Hadir atas undangan Ikatan Alumni PMII (IKAPMII), Prof. Ilfi mengulas tema “Masyarakat Sosial Hari Ini dan Idealnya dalam Konteks Globalisasi” dengan pendekatan akademik, kritis, dan reflektif.

 

Ia menegaskan bahwa globalisasi merupakan keniscayaan zaman yang tidak dapat dihindari, namun harus dikawal dengan nilai, etika, dan karakter.

 

“Globalisasi tak bisa dihindari, tetapi tanpa etika dan karakter, teknologi justru bisa menjauhkan manusia dari nilai kemanusiaan,” tegas Prof. Ilfi.

 

Menurutnya, dampak globalisasi ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi membawa kemudahan dan percepatan akses informasi, namun di sisi lain berpotensi mengikis adab sosial, terutama di kalangan Generasi Z yang lekat dengan gawai dan ruang digital.

 

“Generasi Z hari ini sangat adaptif terhadap teknologi. Namun tanpa netiket yang kuat, ruang digital bisa kehilangan adab dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.

 

Dalam konteks perguruan tinggi, Prof. Ilfi mengakui bahwa globalisasi telah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan akademik.

 

Akses literatur internasional, kolaborasi riset lintas negara, hingga penguatan kompetensi digital mahasiswa menjadi bukti nyata manfaat globalisasi di dunia kampus.

 

Namun demikian, ia menekankan bahwa kemajuan tersebut harus dibarengi dengan penguatan nilai moral dan spiritual agar tidak melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual tetapi rapuh secara karakter.

 

“Literasi digital saja tidak cukup. Ia harus berjalan seiring dengan literasi emosional dan spiritual agar globalisasi benar-benar menjadi kekuatan membangun peradaban,” katanya.

Talkshow ini juga menghadirkan Luluk Nur Hamidah, Anggota DPR RI periode 2019–2024 sekaligus Ketua Umum PB IKA Perempuan PMII Masa Khidmat 2025–2030.

 

Ia memperkaya diskusi melalui perspektif kebijakan publik dan sosial, sehingga dialog berlangsung dinamis dalam membedah tantangan masyarakat kontemporer di tengah arus globalisasi.

 

Menutup perbincangan Prof. Ilfi menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nilai di tengah derasnya arus perubahan global.

 

“Perguruan tinggi harus menjadi penuntun arah. Globalisasi harus kita kendalikan dengan nilai, bukan kita ikuti tanpa kompas,” pungkasnya.

 

Partisipasi Rektor UIN Maliki Malang dalam forum nasional ini semakin menegaskan posisi kampus sebagai institusi integratif yang memadukan sains, teknologi, dan nilai-nilai keislaman.

 

Kehadiran tersebut juga memperkuat kontribusi akademisi dalam menjawab tantangan global dengan pendekatan yang beradab dan berkarakter. (Eno)