Prof. Nur Ali Nahkodai Senat UIN Malang 2025–2029: Dr. Basri Zain Pimpin Sidang, Demokrasi Kampus Berjalan Elegan dan Bermartabat
Malang | Serulingmedia.com – Proses demokrasi akademik di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan sejarah baru. Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd. resmi terpilih sebagai Ketua Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2025–2029, setelah mengungguli Prof. Dr. Mufidah dalam pemilihan yang berlangsung Rabu (12/11/2025) di ruang sidang Senat Universitas.
Sidang Senat berlangsung tertib, demokratis, dan penuh kehormatan, dengan dihadiri 62 anggota Senat yang menandatangani daftar hadir. Seluruh rangkaian sidang dipimpin dengan profesional oleh Dr. M. Basri Zain, M.A., Ph.D. sebagai Ketua Sidang, didampingi M. Fauzan Zenrif, M.A. selaku Sekretaris Sidang.

Dalam arahannya, Dr. Basri Zain menegaskan bahwa pemilihan Ketua Senat bukan hanya urusan administratif, melainkan momentum moral untuk menjaga marwah universitas dan kehormatan akademik.
“Marwah universitas ini bergantung pada cara kita bermusyawarah. Demokrasi kampus harus menjadi teladan, bukan hanya bagi mahasiswa, tapi juga bagi dunia akademik yang lebih luas,” ujar Basri Zain dalam pembukaan sidang yang disambut tepuk tangan hangat para anggota Senat.
Pemilihan Berjalan Demokratis dan Transparan
Di bawah kepemimpinan Dr. Basri Zain yang dikenal tenang dan berwibawa, proses pemilihan berjalan lancar, transparan, dan beretika. Sebanyak 62 kertas suara dibagikan kepada peserta sidang untuk melakukan penjaringan calon Ketua Senat.
Hasil penjaringan awal menunjukkan lima nama calon:
Saifullah (6 suara)
Suti’ah (2 suara)
Nur Ali (29 suara)
Mufidah (24 suara)
Nur Asnawi (1 suara)
Dua nama dengan perolehan suara tertinggi, yakni Nur Ali dan Mufidah, kemudian melaju ke tahap pemilihan akhir.
Kedua calon diberi kesempatan menyampaikan visi dan pandangan kepemimpinan.
Dalam sambutannya, Nur Ali menekankan pentingnya amanah dan tanggung jawab moral dalam menjaga nilai-nilai akademik dan spiritual kampus. Sementara Mufidah menyerukan pentingnya menjaga harmoni, kebersamaan, dan integritas di lingkungan universitas.
Pemungutan suara dilakukan secara langsung dan terbuka. Hasil akhir menunjukkan Prof. Nur Ali meraih 35 suara, sementara Prof. Mufidah memperoleh 29 suara. Dengan demikian, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd. ditetapkan sebagai Ketua Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2025–2029.
Prof. Danial Terpilih Sebagai Sekretaris Senat
Usai penetapan Ketua Senat, sidang dilanjutkan dengan pemilihan Sekretaris Senat.
Dalam forum tersebut, Prof. Danial dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) terpilih secara aklamasi setelah melalui musyawarah mufakat.
Meskipun muncul usulan agar posisi Sekretaris diisi oleh perwakilan fakultas lain, forum akhirnya sepakat memilih Prof. Danial dengan pertimbangan efektivitas kerja dan kedekatan lokasi kedinasan dengan pusat kegiatan Senat di Kampus 1.

Prof. Mudjia Rahardjo: Jaga Marwah dan Amanah Akademik
Sidang semakin hangat dengan kehadiran Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, mantan Rektor UIN Malang periode 2013–2017. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas proses pemilihan yang berjalan demokratis dan beretika.
“Reputasi UIN Malang kini menjadi sorotan hingga tingkat internasional. Marwah kampus harus dijaga dengan langkah nyata dan prestasi akademik yang membanggakan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar amanah pembangunan Rumah Sakit UIN Malang, yang pernah digagas pada masa kepemimpinannya, dapat segera diwujudkan. Selain itu, ia berpesan agar seluruh civitas akademika tetap menjunjung nilai kekeluargaan, penghormatan terhadap senior, dan etika ilmiah dalam setiap langkah kebijakan universitas.
Rektor Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si.: Senat adalah Jantung Etika Akademik
Dalam kesempatan yang sama, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kelancaran sidang dan menegaskan peran strategis Senat dalam menjaga integritas akademik universitas.
“Senat adalah jantung etika akademik universitas. Di sinilah nilai-nilai kebijaksanaan, moral, dan kebersamaan akademik dirumuskan untuk menjadi panduan seluruh sivitas,” ujar Prof. Ilfi.
Rektor juga menekankan bahwa proses demokrasi yang elegan ini mencerminkan kematangan civitas akademika UIN Malang, sekaligus memperkuat citra kampus sebagai pusat keilmuan dan peradaban Islam modern.
“Kita harus terus menjaga harmoni, kolaborasi, dan semangat keilmuan. Dengan kepemimpinan yang baru, saya yakin Senat akan semakin kuat dalam menopang visi universitas menuju World Class Islamic University,” tambahnya.
Demokrasi yang Berkah
Sidang Senat Universitas ditutup pukul 14.55 WIB dengan doa bersama yang dipimpin oleh Prof. Dr. Baharuddin. Doa dipanjatkan agar Ketua dan Sekretaris Senat terpilih diberi kekuatan, kebijaksanaan, dan keikhlasan dalam mengemban amanah.
Sidang yang dipimpin Dr. M. Basri Zain, M.A., Ph.D. meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Di bawah kepemimpinannya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan jati dirinya sebagai kampus berwawasan Islam, berkarakter demokratis, dan berkomitmen menjaga nilai-nilai integritas akademik.
Dengan terpilihnya Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd. sebagai Ketua Senat dan Prof. Danial sebagai Sekretaris Senat, universitas menatap masa depan dengan semangat baru — menjaga marwah, memperkuat tradisi, dan membangun reputasi akademik di tingkat nasional maupun internasional. ( Eno )






