Kiai Faisol Fatawi Tekankan Pentingnya Adab dalam Tradisi Intelektual Mahasiswa
Malang | Serulingmedia.com — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Malang kembali menghidupkan tradisi intelektual berbasis nilai keislaman melalui forum Kajian Umum Rabu ke Tiga (KURMA) yang digelar di lingkungan Pesantren Mahasiswa Islam Indonesia, Kamis (28/5/2026) malam.
Kegiatan tersebut menghadirkan Sekretaris PCNU Kota Malang sekaligus Guru Besar Sastra Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, KH. M. Faisol Fatawi, sebagai narasumber utama dalam pembahasan kitab Ayyuhal Walad karya Imam Al-Ghazali.
Dalam kajiannya, Kiai Faisol menegaskan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga harus memperkuat adab dan spiritualitas sebagai fondasi utama dalam kehidupan akademik maupun sosial.
“Tradisi intelektual harus dibangun bersama tradisi akhlak. Ilmu tanpa adab akan kehilangan arah dan makna,” ujarnya di hadapan peserta kajian.
Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berada pada aspek akademik, tetapi juga bagaimana menjaga integritas moral di tengah derasnya perkembangan zaman dan arus modernisasi.
Sebagai akademisi sekaligus alumni PMII, Prof. Faisol menilai forum kajian kitab yang dihidupkan kembali oleh PMII Kota Malang merupakan langkah strategis dalam menjaga identitas organisasi mahasiswa Islam sebagai ruang kaderisasi pemikiran dan pembentukan karakter.
Ketua Umum PC PMII Kota Malang, Benny Miftahul Arifin, mengatakan program KURMA dirancang sebagai ruang penguatan literasi kader sekaligus media refleksi spiritual di tengah dinamika kehidupan mahasiswa.
“Kami ingin PMII tetap dikenal sebagai gerakan mahasiswa yang kuat secara intelektual sekaligus memiliki fondasi moral dan spiritual,” katanya.
Sementara itu, Bidang Keagamaan PC PMII Kota Malang, Raihan Umrah, menjelaskan pemilihan kitab Ayyuhal Walad didasarkan pada relevansinya dengan kondisi generasi muda yang membutuhkan penguatan nilai adab dalam proses belajar dan berorganisasi.
Ia berharap forum kajian rutin tersebut mampu melahirkan kader PMII yang tidak hanya aktif dalam ruang gerakan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kedalaman spiritual, serta kapasitas intelektual yang matang.
“KURMA menjadi ruang pembelajaran bersama agar kader PMII terus bertumbuh dalam keilmuan dan akhlak,” pungkasnya.( Eno).






