Semangat Kolektif Empat Desa Membangun Ekonomi Melalui BUMDesma Batu Bersatu

IMG_20251030_131025

Batu | Serulingmedia.com — Empat desa di Kecamatan Batu menunjukkan teladan kebersamaan dalam membangun ekonomi kerakyatan dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa Masyarakat (BUMDesma) Batu Bersatu.

Empat desa tersebut yakni Desa Oro-Oro Ombo, Sumberejo, Pesanggrahan, dan Sidomulyo, bersepakat untuk melangkah bersama dalam satu tujuan: meningkatkan kesejahteraan warganya melalui kolaborasi ekonomi desa.

BUMDesma yang berpusat di Desa Oro-Oro Ombo ini diberi nama Batu Bersatu (Bersama Satu Tujuan), mencerminkan semangat gotong royong dan sinergi antar-desa.

Ketua BUMDesma Batu Bersatu, Nia Hapsari, menjelaskan bahwa pendirian lembaga ini merupakan bentuk nyata keinginan bersama empat desa untuk mengoptimalkan potensi masing-masing wilayah.

“Keempat desa secara patungan menyertakan modal usahanya dengan mendirikan BUMDesma yang diberi nama Batu Bersatu,” ungkap Nia, yang dihubungi melalui sambunhan seluler, Kamis ( 30/10/2025 ).

Langkah kolaboratif ini tidak hanya sekadar formalitas kelembagaan, tetapi merupakan strategi konkret dalam memperkuat sektor ekonomi lokal.

Melalui BUMDesma, potensi unggulan desa di bidang pariwisata, pertanian, dan perdagangan dapat terintegrasi dengan baik.

Setiap desa memiliki kekuatan khas — Oro-Oro Ombo dikenal dengan wisata alam dan edukasinya, Sidomulyo dengan sentra bunga dan tanaman hias, Pesanggrahan dengan sektor jasa, dan Sumberejo dengan agrowisatanya.

Dengan bersatu, seluruh potensi tersebut akan saling menopang, menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan.

Sebagai langkah awal, BUMDesma Batu Bersatu memulai kiprahnya dengan unit usaha di sektor pariwisata, yakni jasa travel dan penyewaan transportasi wisata.

Saat ini telah disiapkan dua armada kendaraan, Toyota Reborn dan Hiace Premio, yang akan dioperasikan secara profesional layaknya perusahaan travel komersial pada umumnya.

Konsep pengelolaan dilakukan dengan standar pelayanan tinggi, membuka peluang kerja sama business to business (B2B) dan kemitraan lintas sektor pariwisata.

Kepala Desa Oro-Oro Ombo, Wiweko, menjelaskan bahwa masing-masing desa berkomitmen menyertakan modal senilai Rp 350 juta yang bersumber dari APBDes.

Dana tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat untuk menggerakkan roda usaha dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.

“Modal patungan dari masing-masing desa Rp 350 juta dari APBDes, dengan tujuan peningkatan perekonomian desa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumberejo, Riyanto, menambahkan bahwa pada tahap awal, BUMDesma Batu Bersatu akan fokus pada pengembangan usaha travel.

Evaluasi akan dilakukan setiap tahun untuk melihat potensi ekspansi ke unit usaha lain, termasuk penambahan kendaraan dan peningkatan modal partisipatif. “Tahap awal masih travel. Kita lihat perkembangannya,” tandasnya.

Lebih dari sekadar bisnis, pendirian BUMDesma Batu Bersatu menjadi simbol penguatan, pemberdayaan, dan kebersamaan antar-desa.

Melalui sistem pengawasan yang melibatkan para kepala desa sebagai dewan pengawas, serta rapat umum pemegang saham setiap tahun, tata kelola BUMDesma diarahkan agar transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Inisiatif empat desa ini menjadi contoh nyata bahwa kemajuan ekonomi pedesaan akan lebih mudah dicapai jika desa bersinergi dan berbagi visi yang sama.

BUMDesma Batu Bersatu bukan hanya lembaga ekonomi, tetapi juga wujud semangat gotong royong modern — di mana desa tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan melangkah bersama menuju kemandirian dan kesejahteraan bersama.

Pemesanan travel atau kendaraan bisa melalui admin dengan nomor : 082326543442.( Eno).