Demi Menjaga Senyum Wisatawan, Lumbung Strawberry Pandanrejo Rela Batasi Reservasi

1659496_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Di balik ramainya wisata petik stroberi di Lumbung Strawberry Pandanrejo, Kota Batu, ada perjuangan besar yang tidak banyak diketahui pengunjung.

 

Demi memastikan setiap wisatawan tetap bisa menikmati stroberi segar berkualitas, pengelola terpaksa membatasi sementara jumlah reservasi.

 

Keputusan itu diambil bukan karena menurunnya minat wisatawan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab menjaga kualitas buah yang sedang memasuki masa pemulihan.

 

Perubahan cuaca yang tidak menentu, dengan kondisi pagi hingga siang yang panas kemudian disusul hujan pada malam hari, membuat banyak buah stroberi mengalami kerusakan.

Leader Tour Guide Lumbung Strawberry, Riyan Maulana, Kamis (2/7/2026), mengatakan pembatasan reservasi merupakan langkah yang harus diambil agar wisatawan tetap memperoleh pengalaman memetik stroberi yang berkualitas.


“Karena kondisi buah masih dalam tahap pemulihan dan perbaikan. Faktor cuaca juga sangat berpengaruh, pagi sampai siang panas, malam hari hujan sehingga banyak buah yang rusak. Sementara jumlah pengunjung sedang membludak,” ujar Riyan.

 

Menurutnya, pengelola tetap mengutamakan wisatawan yang telah melakukan reservasi jauh hari sebelumnya serta pelanggan reguler.

 

Bahkan, bagi pengunjung yang datang langsung tanpa reservasi, pihaknya menyarankan untuk melihat kondisi kebun terlebih dahulu sebelum membeli tiket.

“Kami tidak ingin wisatawan datang dengan harapan tinggi tetapi tidak mendapatkan pengalaman memetik buah yang maksimal. Karena itu kami lebih memilih membatasi kunjungan sementara daripada mengecewakan pengunjung,” ungkapnya.


Riyan menjelaskan, saat panen raya, Lumbung Strawberry mampu menghasilkan sekitar 70 hingga 80 kilogram stroberi segar setiap hari untuk wisatawan.

 

Sementara sekitar 30 kilogram per minggu dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk olahan UMKM, seperti es krim, selai, sari buah, cuka stroberi, keripik, pastel hingga steak stroberi.

“Untuk kondisi sekarang, produksi memang menurun. Produk olahan hanya sekitar 15 kilogram, sedangkan stok stroberi segar untuk wisatawan sekitar 20 sampai 25 kilogram yang tersebar di 15 kebun,” jelasnya.

Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah kunjungan. Pada periode 22 hingga 28 Juni 2026 tercatat sebanyak 348 wisatawan melakukan reservasi dan 324 pengunjung reguler datang ke kebun.

 

Sementara pada pekan ini, sejak Senin hingga Kamis (2/7/2026), sudah ada sekitar 180 wisatawan yang berkunjung.

Riyan menambahkan, setiap bulan Maret pihaknya rutin melakukan peremajaan tanaman sebagai upaya menjaga produktivitas dan kualitas buah.

Selain wisata petik stroberi, Lumbung Strawberry juga menyediakan aula di tengah kebun yang dimanfaatkan untuk kegiatan outbound, pelatihan, outing class, hingga edukasi budidaya stroberi.

Dengan tiket masuk Rp25.000 per orang, wisatawan mendapatkan berbagai fasilitas berupa topi petani, mobil shuttle, pendampingan tim pemandu, satu gelas jus stroberi gratis, serta kesempatan menikmati maksimal tiga buah stroberi langsung di kebun.

“Harapan kami, setiap tamu yang datang pulang membawa pengalaman yang menyenangkan. Bukan hanya memetik stroberi, tetapi juga belajar mencintai pertanian dan menghargai proses di balik setiap buah yang dipanen,” tutup Riyan. ( Eno)