Pembangunan Pendopo dan Cungkup Makam Kemuning Mbah Nur Soleh Dimulai, Warga Sidomulyo Gelar Tumpengan
Batu | Serulingmedia.com – Pembangunan pendopo dan cungkup Makam Kemuning Mbah Nur Soleh—atau dikenal pula sebagai Singo Nurdjojo—resmi dimulai oleh keluarga besar Yayasan Gajah Purwo Nusantara (GPN) bersama dzuriyah Mbah Nur Soleh.

Prosesi peletakan umpak ditandai dengan selamatan nasi tumpeng kuning sebagai simbol dimulainya pembangunan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sidomulyo, Suharto yang masih putrawayah Mbah MBatu,pada Kamis (27/11/2025).

Pendopo dan cungkup dibangun dengan luas 63,75 meter persegi dengan model arsitektur tumpangsari atau susun lima.
Pembangunan ini diharapkan menjadi pusat napak tilas sejarah sekaligus tempat pelestarian nilai budaya leluhur masyarakat Sidomulyo.
Makam Keramat yang Tak Pernah Dijarah
Sunardi, putra wayah Nur Bidin—adik dari Mbah Nur Soleh—menuturkan sekilas sejarah makam yang dipercaya masyarakat sebagai makam keramat. Ia menceritakan bahwa dahulu banyak burung yang melewati makam langsung jatuh mati, sehingga warga tidak berani mengusik area tersebut.

“Karena itu sampai sekarang makam ini tidak pernah dijarah atau dijadikan lokasi perumahan. Posisi makam berada di tengah permukiman warga dan dekat dengan Balai Desa Sidomulyo, namun tetap terjaga keasliannya,” ungkap Sunardi.
Jejak Sejarah: Buka Peradaban Sidomulyo
Menurut penuturan keluarga, Mbah Nur Soleh merupakan tokoh awal yang membuka peradaban atau bedah kerawang Desa Sidomulyo.
Pada masa itu wilayah ini terdiri dari dua sebutan: Kulon Curah (sekarang Sidomulyo) dan Etan Curah (sekarang Bulukerto).
Rumah asli Mbah Nur Soleh berada di wilayah duku Suko rembuk desa Sidomulyo sekitar 1 Km dari lokasi makam saat ini.
Secara genealogis, Mbah Nur Soleh merupakan keturunan tokoh penting:
- Mbah Nur Soleh Keturunan Demang Darawangso
- Darawangso adalah putra Adipati Semarang (Sunan Tembayat)
- Sunan Tembayat adalah putra Syed Maulana Namsah
- Syed Maulana Namsah adalah putra Raden Rahmat (Sunan Ampel)
- Sunan Ampel adalah putra Ibrahim Asmarakandi
- Ibrahim Asmarakandi adalah putra Syed Jumadil Kubro
Selain itu, Mbah Nur Soleh juga dikenal sebagai santri dari Mbah Rohjoyo, tokoh pembuka peradaban di wilayah Batu. Dzuriyahnya kini tersebar di Sidomulyo, Bulukerto, Sumbergondo, hingga kawasan Singosari.
Simbol Pelestarian Sejarah Lokal
Pembangunan cungkup dan pendopo ini diharapkan menjadi bentuk penghormatan generasi sekarang terhadap tokoh pembuka desa sekaligus menjaga warisan peradaban Sidomulyo.
Dengan berdirinya bangunan tersebut, keluarga besar GPN berharap area makam menjadi lebih tertata, nyaman untuk peziarah, dan menjadi pusat sejarah yang dapat dikenalkan kepada generasi muda Desa Sidomulyo.( Eno).






