Andi Muhammad Irwan Raih Gelar Doktor, Gagas Transformasi Pendidikan Tinggi Berbasis AI yang Beretika

1755840_11zon

Makassar | Serulingmedia.com – Andi Muhammad Irwan resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Manajemen setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Rabu (22/7/2026).

 

Keberhasilan tersebut menandai kiprahnya sebagai akademisi yang menawarkan gagasan strategis mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

 

Disertasi berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Niat Dosen Mengadopsi Artificial Intelligence pada Perguruan Tinggi di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultanbatara” menjadi kontribusi ilmiah Andi Muhammad Irwan dalam menjawab tantangan transformasi digital di dunia akademik.

 

Dalam paparannya, Andi menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus diposisikan sebagai inovasi yang mampu meningkatkan mutu pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat tanpa mengesampingkan nilai-nilai etika akademik.

“Pengembangan dan pemanfaatan AI tidak hanya dipandang sebagai kemajuan teknologi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Ujian promosi doktor dipimpin Direktur Pascasarjana UMI Makassar, Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.H., M.Hum. Tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Ratna Dewi, S.E., M.Si., Prof. Dr. H. Amir Mahmud, S.E., M.Si., M.Ak., Prof. Dr. Abd. Rahman Mus, serta Prof. Dr. H. Salim Basalamah, S.E., M.Si.

Sementara itu, tim promotor dipimpin Prof. Dr. Hj. Masdar Mas’ud, S.E., M.Si., didampingi Prof. Dr. H. Syahrir Mallongi, S.E., M.Si. dan Dr. Hj. Nurpadila, S.E., M.M.

Dalam disertasinya, Andi Muhammad Irwan menguraikan bahwa perkembangan AI dalam satu dekade terakhir telah mengubah wajah pendidikan tinggi secara fundamental.

 

AI kini tidak lagi sekadar teknologi untuk mengotomatisasi pekerjaan administratif, tetapi telah berkembang menjadi sistem cerdas yang mampu membantu analisis data, personalisasi pembelajaran, penyusunan materi ajar, hingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

 

Menurutnya, transformasi tersebut menjadikan AI sebagai teknologi strategis yang mempercepat modernisasi perguruan tinggi di berbagai negara. Pemanfaatannya telah menjadi bagian integral dalam proses pembelajaran, penelitian, hingga tata kelola institusi pendidikan.

 

Bagi Andi Muhammad Irwan, keberhasilan meraih gelar doktor bukanlah akhir perjalanan akademik, melainkan awal dari komitmen untuk terus mengembangkan riset dan inovasi di bidang manajemen pendidikan berbasis teknologi.

 

Ia berharap hasil penelitiannya dapat menjadi referensi bagi perguruan tinggi maupun para pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi adopsi AI yang efektif, bertanggung jawab, dan tetap menjunjung tinggi etika akademik.

Dengan capaian tersebut, Andi Muhammad Irwan menambah daftar akademisi yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu manajemen, sekaligus memperkuat peran UMI Makassar sebagai perguruan tinggi yang mendorong lahirnya gagasan-gagasan inovatif untuk menjawab tantangan pendidikan di era kecerdasan buatan.( Yah/ Eno).