PJ Wali Kota Batu Usulkan RAPBD 2025: Fokus pada Infrastruktur, Pengentasan Kemiskinan, dan Penurunan Stunting
Batu I Serulingmedia.com— Penjabat (PJ) Wali Kota Batu, Aries Agung Pawai, memaparkan nota keuangan dalam rancangan peraturan daerah (Raperda) mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batu Tahun Anggaran 2025 di forum rapat paripurna DPRD Kota Batu yang berlangsung di ruang rapat paripurna Senin (4/11/2024).

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Batu, Didik Subianto, serta didampingi oleh dua wakil ketua, Punjul Santoso dan Ludi Tanarto.
Dalam penyampaian nota keuangan, Aries mengungkapkan bahwa proyeksi pendapatan daerah dalam RAPBD 2025 mencapai Rp1,031 triliun, sedangkan proyeksi belanja daerah sebesar Rp1,164 triliun. PJ Wali Kota Batu menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam perencanaan pembangunan.
“Penentuan tema dan prioritas pembangunan harus memperhatikan tema pembangunan nasional dan kebijakan pembangunan Provinsi Jawa Timur, serta sasaran pembangunan yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kota Batu tahun 2023–2026,” jelas Aries.
Aries menuturkan bahwa tema Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Batu untuk tahun anggaran 2025 adalah “Penguatan Pertumbuhan Ekonomi didukung Pemerataan Pembangunan Infrastruktur yang Berwawasan Lingkungan, Pemberdayaan Desa, dan Daya Saing Sumber Daya Manusia.”
Beberapa program prioritas yang akan dikejar dalam RAPBD 2025 mencakup upaya penghapusan kemiskinan ekstrem dan penurunan tingkat pengangguran. Program-program ini termasuk bedah rumah atau renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) bagi masyarakat kurang mampu, penyelenggaraan bursa kerja (Job Fair), serta pelatihan keterampilan bagi para pencari kerja di Kota Batu.
Di bidang kesehatan, Aries menyoroti pentingnya penanganan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan. Langkah-langkah yang akan dilakukan meliputi penguatan intervensi untuk penanganan stunting, peningkatan alokasi anggaran bagi intervensi gizi spesifik untuk 100 hari pertama kehidupan, dan pemberian makanan tambahan sesuai rekomendasi dokter spesialis anak.
Selain itu, sektor infrastruktur juga mendapat perhatian, termasuk rencana rehabilitasi kawasan Stadion Brantas, Rehabilitasi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Tlekung, serta pembangunan pedestrian di beberapa ruas jalan strategis, seperti Jalan Brantas, Gajah Mada, Trunojoyo, dan Suropati.
Rapat paripurna ini diharapkan menjadi awal sinergi antara pemerintah dan DPRD untuk mewujudkan pembangunan yang menyeluruh di Kota Batu pada tahun 2025.( Eno )






