Kepala Desa Sidomulyo Sambut Baik Pemugaran Makam Mbah Nur Soleh, Bedah Karawang Desa Sidomulyo
Batu | Serulingmedia.com – Kepala Desa Sidomulyo, Suharto, menyambut baik pemugaran Makam Kemungking Mbah Nur Soleh yang saat ini tengah dibangun oleh keluarga besar ahli waris.
Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk pelestarian warisan budaya dan penghormatan kepada salah satu tokoh penting pembuka wilayah Sidomulyo.
Menurut Suharto, pemugaran makam ini merupakan upaya mulia dari para ahli waris, khususnya keluarga yang dimakamkan di lokasi tersebut.
“Kami dari pihak desa sangat berterima kasih kepada ahli waris. Mbah Nur Soleh adalah salah satu tokoh bedah karawang di Kota Batu, terutama di wilayah barat sungai. Beliau yang membuka jalan dan menjadi bagian penting sejarah desa,” ujarnya, Kamis ( 27/11/2025).
Ia menambahkan, pemugaran ini menjadi penting agar situs sejarah tidak hilang tergerus perkembangan zaman.
Dengan dibangunnya cungkup dan pendopo, masyarakat diharapkan semakin mengetahui bahwa tempat tersebut merupakan makam leluhur yang memiliki nilai historis tinggi.
Suharto juga menyampaikan apresiasi kepada mbah Hussein dari Gajah Purwo Nusantara (GPN), yang turut memotori pemugaran.
Ia menyebut mbah Hussein sebagai tokoh yang memahami adat dan nilai sejarah di Sidomulyo.

“Beliau budayawan dan ahli waris yang punya kepedulian besar terhadap sejarah desa,” tambahnya.
Lebih jauh, Kepala Desa berharap keberadaan makam yang telah dipugar dapat menjadi pengingat bagi warga Sidomulyo, terutama generasi muda, tentang asal-usul desanya.
“Banyak warga dan anak-anak sekarang yang belum tahu sejarah bedah kerawang. Dengan dibangun seperti ini, harapan kami semua warga tahu bahwa itu adalah makam leluhur kita,” jelasnya.
Setiap tahun, Desa Sidomulyo juga mengadakan selamatan desa sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.
Suharto menegaskan bahwa kegiatan doa bersama di makam leluhur merupakan kewajiban moral yang terus dilakukan perangkat desa dan tokoh masyarakat.

“Kami tidak melakukan perayaan secara sakral, tetapi wajib mendoakan. Ini bentuk penghormatan kepada sejarah dan para leluhur,” ujarnya.
Dengan pemugaran ini, Pemerintah Desa Sidomulyo berharap kawasan makam dapat menjadi ruang edukasi budaya serta pengingat nilai sejarah bagi masyarakat masa kini maupun generasi mendatang.( Eno).






