Bangkinang | Serulingmedia.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengapresiasi langkah Abdul Somad yang mengalihmediakan sertipikat tanahnya dari sistem analog ke elektronik. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kesiapan menghadapi sistem pertanahan modern yang lebih aman dan transparan.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahim dan ceramah keagamaan di Pondok Pesantren Az-Zahra, Bangkinang, Rabu (22/04/2026). Dalam kesempatan itu, Menteri Nusron menegaskan bahwa Sertipikat Elektronik menjadi solusi masa depan dalam pengelolaan administrasi pertanahan.
“Kami harapkan pengelola pondok pesantren dan masyarakat lainnya dapat mengikuti langkah ini, beralih ke Sertipikat Elektronik demi keamanan dan kemudahan di masa depan,” ujarnya.
Sertipikat Elektronik tersebut mencakup bidang tanah seluas 18.500 meter persegi yang berlokasi di Kelurahan Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Tanah tersebut memiliki status Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama Yayasan Pendidikan Hajjah Rohana.
Menurut Menteri Nusron, keunggulan utama Sertipikat Elektronik terletak pada sistem keamanannya yang lebih tinggi dibandingkan sertipikat konvensional. Seluruh data pertanahan tersimpan secara digital melalui aplikasi Komputerisasi Kegiatan Pertanahan (KKP), sehingga tetap terlindungi dari risiko kerusakan akibat bencana seperti banjir maupun gempa bumi.
Selain itu, sertipikat berbasis elektronik juga dilengkapi data spasial yang terintegrasi, memungkinkan masyarakat menelusuri lokasi bidang tanah secara akurat melalui sistem digital. Transparansi ini dinilai mampu meminimalisir potensi sengketa lahan.
“Batas-batasnya jelas, letaknya jelas. Tinggal dicek melalui sistem, lokasi dapat langsung diketahui secara transparan,” ungkapnya.
Dalam acara tersebut, Abdul Somad turut menyampaikan tausiah serta berdialog dengan para tamu undangan. Menteri Nusron juga memberikan arahan terkait kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan ini Staf Khusus Menteri Bidang Reforma Agraria, Rezka Oktoberia; Kepala Kanwil BPN Provinsi Riau, Nurhadi Putra; Wakil Kepala Kepolisian Daerah Riau, Hengki Haryadi; serta Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Hasyim Risahondua.( Sar)