Nusron Wahid Ajak Santri Kuasai Teknologi, Siapkan Kader Pelaksana Kebijakan Negara

1308758_11zon

Cirebon | Serulingmedia.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mendorong para santri untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Pendampingan Santri Kelas XII SMAIQu di Pondok Pesantren Al-Bahjah, Sabtu (18/04/2026).

 

Dalam kesempatan itu, Nusron menegaskan bahwa santri tidak hanya berpeluang menjadi ulama, tetapi juga dapat berkontribusi sebagai pelaksana kebijakan negara.

“Kalau ingin berkontribusi bagi bangsa dan negara, selain dikader sebagai ulama, Adik-Adik sekalian bisa jadi hikmatal hukama atau kader pelaksana kebijakan,” ujar Nusron di hadapan Buya Yahya selaku pengasuh pesantren.

Ia menjelaskan, konsep hikmatal hukama mencakup berbagai peran penting dalam pemerintahan, baik sebagai teknokrat maupun birokrat yang berkontribusi dalam proses pengambilan kebijakan.

 

Menurutnya, posisi tersebut sangat krusial dalam menentukan arah pembangunan nasional.

Lebih lanjut, Nusron menekankan pentingnya penguasaan bidang STEM (science, technology, engineering, and mathematics) sebagai fondasi kekuatan negara.

 

Ia mencontohkan ketahanan Iran dalam menghadapi tekanan global berkat kemandirian di sektor pangan, energi, dan teknologi.

“Kenapa Iran bertahan, karena swasembada pangan, swasembada energi, dan memiliki teknologi yang kuat,” jelasnya.

Untuk itu, ia mendorong para santri agar tidak ragu melanjutkan pendidikan di bidang strategis seperti teknologi pangan, energi, hingga geologi. Penguasaan sektor tersebut dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan kemandirian bangsa.

Dalam paparannya, Nusron juga menyebut sedikitnya 10 sektor vital yang membutuhkan peran hikmatal hukama, yakni pertahanan keamanan, hukum, keuangan, pangan, energi, telekomunikasi, kesehatan, logistik, manufaktur, serta pendidikan dan pelatihan.

 

Menutup sambutannya, Nusron mengingatkan bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda, termasuk para santri.

 

Ia menegaskan, peran mereka akan sangat menentukan arah bangsa, terutama saat Indonesia memasuki usia satu abad kemerdekaan.

“Jangan ragu, negara ini membutuhkan para santri. Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan,” pungkasnya. (Sar)