Semangat Berbagi Tanpa Henti, GPN Hadirkan Kehangatan di Haul Eyang Djoego ke-156

1309218_11zon

Blitar | Serulingmedia.com – Suasana haru dan kebersamaan terasa kental dalam peringatan Haul Eyang Djoego ke-156 di Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, yang berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (19–20 April 2026).

 

Ribuan peziarah yang datang dari berbagai penjuru tak hanya mencari keberkahan, tetapi juga merasakan hangatnya kepedulian dari sesama.

 

Di tengah ribuan arus peziarah, Yayasan Gajah Purwo Nusantara (GPN) hadir membawa semangat berbagi yang tulus.

 

Dengan menyediakan sekitar tiga kwintal beras serta menyembelih satu ekor sapi, GPN mendirikan dapur umum atau “pawon” yang menyajikan makanan gratis bagi siapa saja yang datang.

 

Aroma masakan yang mengepul dari pawon menjadi simbol nyata bahwa kebaikan selalu menemukan jalannya.

Para relawan tampak sibuk, namun penuh keikhlasan, melayani para peziarah tanpa memandang latar belakang.

 

Para relawan tampak sibuk menyajikan berbagai menu seperti rawon, bakso, soto, lontong sayur, dan krengsengan, serta lemon tea sebanyak 250 liter atau setara 5 dandang berukuran 50 liter.

 

Penanggung jawab dapur umum, Gus Mahruf yang akrab disapa Gus Tosok, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan panggilan hati.

“Gajah Purwo Nusantara selalu hadir dengan mendirikan pawon untuk memberikan makanan gratis bagi peziarah, semua ditanggung GPN,” ungkapnya.

 

Mengusung semboyan “Salam Loman Sugih”, GPN percaya bahwa kekayaan sejati terletak pada kemampuan untuk berbagi.

 

Seluruh kebutuhan dapur umum ini pun berasal dari gotong royong para anggota, menjadi bukti bahwa kebersamaan mampu menghadirkan manfaat yang besar.

 

Tak hanya di Haul Eyang Djoego, GPN juga aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan di berbagai daerah, seperti haul Sunan Drajat, Sunan Ampel, Sunan Giri, hingga Syekh Djumadil Qubro dan Imam Nawawi.

 

Kehadiran mereka juga terasa dalam tradisi Suro di Pamenang yang berkaitan dengan Prabu Jayabaya serta kegiatan spiritual di Alas Purwo.

Di balik kesederhanaannya, apa yang dilakukan GPN menghadirkan pesan kuat: bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya, dan membantu sesama adalah jalan menuju keberkahan.

Haul Eyang Djoego tahun ini pun menjadi lebih dari sekadar peringatan. Ia menjelma menjadi ruang belajar tentang arti kepedulian, tentang bagaimana tangan-tangan yang bersatu mampu menghangatkan ribuan hati. ( Eno).