MBG Jadi Mesin Ekonomi Lokal! Kadisdik Kota Batu Dorong Serapan Produk Petani dan Peternak

1039051_11zon

Batu | Serulingmedia.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh berhenti sebagai agenda pemenuhan gizi anak sekolah semata.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Ir.Alfi Nurhidayat ST. MT. Ph.D menegaskan MBG harus bertransformasi menjadi mesin penggerak ekonomi lokal dengan menyerap secara masif produk petani dan peternak Kota Batu.

Pernyataan tersebut disampaikan Alfi Nurhidayat dalam keterangan yang dikutip dari kanal YouTube ATV Batu.

Ia menekankan bahwa MBG merupakan kebijakan strategis pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menyasar langsung masa depan generasi bangsa.

“Pemerintah pusat memberikan dukungan gizi agar anak-anak kita ketika sekolah tidak lapar dan tidak kekurangan gizi. Ini adalah investasi besar untuk menyiapkan generasi emas ke depan,” tegas Alfi.

Namun, menurutnya, akan menjadi ironi jika program sebesar MBG justru tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Kota Batu yang dikenal sebagai kota agro dan sentra pertanian, kata Alfi, seharusnya menjadi pemasok utama bahan pangan bagi dapur-dapur MBG.

“Kita ini kota pertanian dan peternakan. Maka MBG harus menyerap telur, susu, daging, sayur-mayur, hingga kentang dari Kota Batu sendiri. Jangan sampai bahan-bahan justru datang dari luar daerah,” ujarnya lugas.

Alfi menilai, penyerapan produk lokal bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga keberpihakan kebijakan.

Dengan melibatkan petani dan peternak lokal, MBG akan menciptakan rantai ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

“Kalau bahan diambil dari petani dan peternak kita sendiri, ekonomi akan berputar di Kota Batu. Petani sejahtera, peternak sejahtera, dan program MBG bisa terus berjalan tanpa terganggu harga tengkulak,” katanya.

Di sisi lain, Alfi memastikan pelaksanaan MBG di Kota Batu tidak akan dikerjakan secara serampangan. Ia menyatakan komitmennya untuk melakukan pengawasan ketat, termasuk turun langsung ke dapur-dapur MBG.

“Saya akan turun langsung memastikan makanan yang diberikan benar-benar bergizi dan aman. Tidak boleh ada kasus keracunan, tidak boleh asal-asalan. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita,” tandasnya.

Pengawasan tersebut akan dilakukan secara berkala dan juga acak, sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah agar MBG tidak hanya berjalan, tetapi juga berkualitas.

Dengan pendekatan tersebut, Alfi optimistis MBG dapat menjadi program yang berdampak ganda: anak-anak mendapatkan asupan gizi yang layak, sementara petani dan peternak memperoleh kepastian pasar.

“Intinya MBG ini dari Batu untuk Kota Batu. Anak-anak kita sehat, ekonomi rakyat bergerak, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” pungkasnya.( Eno).