MoU Bersejarah! UIN Maliki Malang Gandeng PP Hamalatul Qur’an Jombang, 7 Hafidzah Diguyur Golden Ticket Kuliah Tanpa Tes

1035162_11zon

Jombang | Serulingmedia.com — UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menjalin kerja sama strategis dengan PP Hamalatul Qur’an Jombang melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Minggu (15/2/2026).

 

Momentum penting ini digelar bertepatan dengan Wisuda Tahfidz VIII PP Hamalatul Qur’an Putri Jogoroto, Jombang.

 

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang,Prof Dr. Ulfi Nur Diana, didampingi Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof Dr. Abdul Hamid. Dari pihak pesantren, MoU ditandatangani oleh Pimpinan PP Hamalatul Qur’an Putri Jogoroto Jombang, Ainul Yaqin.

 

Kerja sama ini menjadi fondasi penguatan sinergi perguruan tinggi dan pesantren dalam pengembangan pendidikan, khususnya tahfidz Al-Qur’an dan pembinaan akademik.

 

Tak hanya MoU, UIN Maliki Malang juga memberikan apresiasi spektakuler berupa tujuh golden ticket kepada tujuh wisudawati terpilih.

 

Golden ticket tersebut membuka jalur masuk tanpa tes ke UIN Maliki Malang. Penerimanya terdiri atas dua hafidzah 30 juz dengan qira’ah sab’ah, satu wisudawati terbaik, serta empat hafidzah 30 juz Al-Qur’an.

 

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Ilfi menyampaikan orasi ilmiah inspiratif dengan mengangkat kisah perjuangan Nabi Musa yang diabadikan dalam Al-Qur’an.

 

Nilai kesabaran, ketegaran, kerja keras, dan pantang menyerah menjadi pesan utama bagi para wisudawati untuk menapaki fase kehidupan berikutnya.

“Wisuda bukanlah akhir, melainkan satu fase yang telah dilalui. Konsistensi dan semangat harus dijaga untuk melangkah ke tahap selanjutnya,” tegas Prof. Ilfi.

 

Ia juga berharap para wisudawati dapat melanjutkan studi dan mengembangkan potensi akademik serta spiritual di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Melalui agenda ini, UIN Maliki Malang menegaskan komitmennya mendukung pendidikan Al-Qur’an, memperluas akses pendidikan tinggi bagi para penghafal Al-Qur’an berprestasi, sekaligus memperkokoh kolaborasi strategis dengan pesantren sebagai mitra pembangunan keilmuan dan karakter bangsa. (Eno)