Kepala SPPI Sinjai Bantah Keras Isu Makanan Busuk Program MBG

963571_11zon

Kabupaten Sinjai | Serulingmedia.com – Kepala Satuan Pelaksana Program Prioritas Indonesia (SPPI) Sinjai membantah keras isu dugaan makanan busuk dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Sinjai. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar, menyesatkan masyarakat, dan tidak didukung fakta di lapangan.

Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya keluhan dari sejumlah pihak sekolah yang menyebutkan adanya aroma tidak sedap pada lauk ayam serta cara penyajian makanan yang dinilai kurang higienis.

Isu tersebut sempat memicu kekhawatiran publik dan sorotan tajam terhadap kualitas pelaksanaan program nasional inisiasi Presiden Prabowo Subianto itu, khususnya di Kecamatan Sinjai Timur.

Kepala SPPI Sinjai, Muhaimin Hamsah, menegaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan ataupun kelalaian dalam penyajian makanan kepada para penerima manfaat.

“Kami ingin meluruskan persepsi publik. Tidak mungkin kami menyajikan makanan yang berbau, apalagi busuk, kepada anak-anak. Jika memang makanan dari dapur dalam kondisi tidak layak, tentu seluruh sekolah penerima akan mengalami hal yang sama,” tegas Muhaimin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/2/2026).

Ia menambahkan, hingga saat ini tidak ada satu pun laporan resmi dari PIC sekolah, Satuan Tugas (Satgas) MBG, maupun penerima manfaat terkait keluhan kesehatan atau dugaan keracunan makanan.

Menurut Muhaimin, pihak pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Sinjai justru tengah melakukan evaluasi menyeluruh, terutama pada tahapan distribusi makanan ke sekolah-sekolah penerima.

“Kondisi dapur SPPG dan medan menuju beberapa sekolah cukup terjal. Pada hari tersebut, menu yang disajikan berkuah. Ada kemungkinan kuah tercampur dengan nasi atau buah di dalam wadah ompreng akibat guncangan selama proses distribusi di medan yang sulit,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kualitas makanan yang buruk, melainkan faktor teknis dalam pendistribusian yang kini sedang diidentifikasi dan diperbaiki.

Hingga Minggu (1/2/2026), pengelola memastikan tidak ditemukan kasus keracunan makanan di seluruh titik distribusi MBG di Kabupaten Sinjai dan tidak ada aduan resmi dari pihak sekolah pada hari kejadian.

Menanggapi tuntutan transparansi dari masyarakat dan pihak sekolah, pengelola Dapur MBG Sinjai berkomitmen melakukan perbaikan menyeluruh, mulai dari proses pengolahan makanan di dapur, sistem pengemasan, hingga teknis distribusi agar makanan tetap higienis, utuh, dan layak konsumsi saat diterima siswa.

Muhaimin menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan amanah besar negara dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda, sehingga pengawasan dan evaluasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Program ini bukan sekadar pembagian makanan, tetapi investasi gizi bagi masa depan anak-anak. Karena itu, kualitas dan keamanan menjadi prioritas utama kami,” pungkasnya. ( Yah/Eno).