SPPG Girimoyo Jadi Dapur Percontohan Nasional: Karangploso Panaskan Semangat Pemenuhan Gizi Anak Sekolah!

Screenshot_2025-11-07-11-05-13-905_com.android.chrome-edit

Malang | Serulingmedia.com – SPPG Girimoyo Karangploso menggelar tasyakuran sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilannya menjadi dapur percontohan nasional dalam program pemenuhan pelayanan gizi bagi siswa sekolah, Jumat (7/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang ini dihadiri oleh jajaran Muspika Karangploso, tenaga ahli gizi, serta perwakilan Program Makan Bergizi (MBG) Nasional.

Dalam laporannya, Sabilul Muttaqin, selaku Mitra SPPG Girimoyo, menjelaskan bahwa keberadaan SPPG ini merupakan jawaban atas kebutuhan gizi siswa di wilayah Karangploso yang cukup tinggi.

“Berdirinya SPPG Girimoyo untuk menjawab tuntutan dalam pemenuhan gizi bagi siswa di Kecamatan Karangploso. Oleh karena itu, kami mohon dukungan bapak-bapak Muspika agar program nasional ini bisa sukses di kecamatan kita,” ungkap Sabilul.

Ia menambahkan bahwa SPPG Girimoyo melibatkan 47 tenaga kerja, terdiri dari tenaga masak, petugas lapangan, chef, serta ahli gizi profesional.

“SPPG ini sudah memiliki sertifikat resmi dari Dinas Kesehatan. Jadi, standar higienitas dan kualitas makanannya terjamin,” ujarnya.

Camat Karangploso, Marendra H. Irawan, S.STP., M.AP., menyambut baik capaian tersebut, namun menekankan pentingnya pengelolaan jumlah SPPG agar pelaksanaan program tetap efektif.

“Di Karangploso saat ini terdapat tujuh unit SPPG aktif. Jumlahnya jangan terlalu banyak karena siswa di Karangploso tidak terlalu banyak. Kalau berlebihan, nanti bisa saling berebut antar-SPPG,” jelasnya.

Marendra memastikan pemerintah kecamatan akan terus melakukan pengawasan dan koordinasi agar pelaksanaan program berjalan lancar.

“Kami akan memantau pelaksanaannya agar tertib dan sesuai aturan. Saya yakin melalui regulasi dari pusat, pelaksanaan SPPG sudah diatur secara profesional,” tegasnya.

Ia juga menyinggung pentingnya ketelitian dalam pengelolaan dapur besar. “Porsi masak di atas dua ribu harus dilakukan dengan hati-hati dan ketelitian tinggi. Semua sudah diatur oleh ahlinya agar tidak terjadi keteledoran,” imbuhnya.

Sementara itu, Dedi Yudianto, Tenaga Ahli MBG Nasional, mengungkapkan bahwa SPPG Girimoyo kini menjadi contoh keberhasilan pengelolaan program MBG di tingkat nasional.

“Dari 11 SPPG yang ada di Karangploso, tujuh di antaranya aktif beroperasi. Dampaknya sangat luas, tidak hanya pada pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga pada ekonomi masyarakat sekitar,” jelas Dedi.

Menurutnya, program SPPG turut memberikan manfaat langsung bagi petani dan peternak lokal. “Bahan baku seperti telur, sayur, dan daging disuplai dari petani dan peternak sekitar, sehingga perputaran ekonomi masyarakat juga ikut meningkat,” tambahnya.

Dedi menegaskan pentingnya pemetaan kebutuhan bahan pangan agar stok tetap stabil.

“Kebutuhan telur, sayur, dan bahan pokok lainnya harus dihitung cermat agar tidak terjadi kekurangan. Dengan manajemen yang baik, Karangploso bisa menjadi contoh nasional,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Dapur Girimoyo kini dijadikan “trigger nasional” dan menjadi objek penelitian bagi para ahli gizi serta akademisi.

SPPG Girimoyo dinilai mampu mengelola anggaran dengan efisien dan berdaya guna tinggi.

“SPPG Girimoyo adalah contoh nyata bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan tenaga ahli bisa menghasilkan program gizi yang unggul. Dari Karangploso, kita belajar bagaimana semangat gotong royong membangun generasi sehat dan cerdas,” pungkas Dedi.

Dengan keberhasilan tersebut, SPPG Girimoyo bukan sekadar dapur penyedia makanan bergizi, melainkan simbol kemandirian pangan dan kesejahteraan lokal. Dari dapur kecil di Kecamatan Karangploso, semangat besar untuk mencetak generasi sehat dan berdaya saing nasional kini sedang menyala terang.

Dalam kesempatan itu SPPG Girimoyo juga memberikan santunan kepada anak penerima manfaat.

Dilanjutkan dengan peninjauan dapur masak dan fasilitas yang ada. ( Eno).

( Eno).