Maliki International Hospital Segera Dibangun di Kampus 3 UIN Malang, Anggaran Capai Rp800 Miliar

1461659_11zon

Batu | Serulingmedia.com – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyiapkan langkah besar di bidang layanan kesehatan dan pendidikan kedokteran melalui rencana pembangunan Maliki International Hospital di kawasan Kampus 3 UIN Malang, Jalan Raya Tlekung, Kota Batu.

 

Rencana pembangunan rumah sakit pendidikan bertaraf internasional tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (Warek II) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Zainal Habib, M.Hum., yang juga menjabat Kepala Project Management Unit (PMU) pembangunan Kampus 3 UIN Malang.

Hal itu diungkapkan usai mendampingi Wakil Menteri Kesehatan RI meninjau langsung lokasi pembangunan rumah sakit pendidikan di Kampus 3 UIN Malang, Jumat (22/5/2026).

 

Dr. Zainal Habib mengatakan UIN Malang ingin segera memiliki rumah sakit pendidikan untuk memberikan dampak nyata bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran sekaligus masyarakat Malang Raya.

 

“Maliki International Hospital ini direncanakan menjadi rumah sakit internasional milik UIN Malang yang dibangun di kawasan Kampus 3, Jalan Raya Tlekung, dekat Predator Fun Park,” ujarnya.

 

Menurutnya, pihak kampus telah mengajukan proposal pembangunan rumah sakit tersebut kepada Kementerian PPN/Bappenas dengan nilai anggaran sekitar Rp800 miliar.

 

Rektorat UIN Malang juga menargetkan groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek pembangunan rumah sakit dapat dimulai pada tahun 2027.

 

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati PW, M.Kes., Sp.Rad(K)., menegaskan bahwa FKIK UIN Malang telah memiliki kualitas akademik yang terbukti meski usia fakultas kedokteran tersebut belum genap 10 tahun.

 

“FK kami saat ini memasuki usia sembilan tahun dan akan menuju tahun ke-10, tetapi baik program studi kedokteran maupun profesi dokter sudah terakreditasi Unggul,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan capaian membanggakan FKIK UIN Malang dalam Ujian Kompetensi Nasional (UKOM) dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen.

 

“Tidak banyak fakultas kedokteran yang tingkat kelulusan UKOM nasionalnya mencapai 100 persen, dan alhamdulillah kami berhasil mencapainya,” katanya.
Menurut Prof. Yuyun, FKIK UIN Malang juga telah memiliki sumber daya manusia (SDM) yang siap mendukung operasional rumah sakit pendidikan tersebut.

 

“Kami sudah memiliki SDM untuk mendukung pendirian rumah sakit pendidikan. Selain itu, tahun ini juga akan ada tambahan formasi untuk memperkuat kebutuhan tenaga medis dan tenaga pendukung,” terangnya.

Maliki International Hospital nantinya dirancang sebagai rumah sakit yang bertumbuh secara bertahap dengan sejumlah layanan unggulan, seperti geriatri, stroke, onkologi, hingga layanan kesehatan paru.

 

Selain itu, rumah sakit ini juga akan mengembangkan pusat layanan kedokteran haji yang menjadi ciri khas integrasi keilmuan Islam dan kesehatan di UIN Malang.

 

“Kami memiliki keunggulan dalam bidang kedokteran haji. Saat ini kami sudah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, dan Kementerian Haji untuk program tersebut,” ungkapnya.

 

Ia menjelaskan, rumah sakit nantinya akan memiliki klinik khusus kedokteran haji untuk membantu proses pemenuhan syarat istitaah kesehatan bagi calon jemaah haji.

 

“Ke depan akan ada pelayanan khusus dan klinik khusus kedokteran haji untuk membantu calon jemaah memenuhi syarat istitaah kesehatan,” tambahnya.

 

Prof. Yuyun juga menyebut FKIK UIN Malang tengah merintis pembukaan pendidikan dokter spesialis di sejumlah bidang, di antaranya Radiologi, Penyakit Dalam, Obstetri dan Ginekologi (Obgyn), serta Patologi Klinik.

 

Dengan pembangunan Maliki International Hospital tersebut, UIN Malang berharap mampu memperkuat kualitas pendidikan kedokteran sekaligus menghadirkan layanan kesehatan unggulan bertaraf internasional bagi masyarakat luas.( Eno).