Aksi Nyata Hari Bumi, DLH dan Diskumperindag Kota Batu Sulap Minyak Jelantah Jadi Sabun
Batu | Serulingmedia.com – Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu bersama Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kota Batu menggelar pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026.
Kegiatan bertema “Aksi Nyata Selamatkan Bumi, Dari Limbah Menjadi Berkah” tersebut berlangsung di Gazebo halaman PLUT KUMKM Kota Batu, Jalan Abdul Gani Atas No. 2, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Jumat (22/5/2026).

Peserta pelatihan terdiri dari ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) DLH dan Diskumperindag Kota Batu. Kegiatan itu juga dihadiri istri Kepala DLH Kota Batu, Sari Dian Fachroni Kurniawan.
Narasumber pelatihan, Dwi Endang Purwanti dari TPS3R Desa Punten menjelaskan bahwa pihaknya mulai mengembangkan pembuatan sabun berbahan minyak jelantah sejak beberapa tahun lalu.
“TPS3R Desa Punten berdiri sejak tahun 2017. Tahun 2019 sudah mulai uji coba membuat sabun berbahan minyak jelantah. Pada tahun 2020 mulai mengikuti pelatihan yang diadakan oleh DLH, kemudian saat Covid juga mengikuti pelatihan membuat sabun kesehatan berbahan eco enzyme dari Bu Gung Endah. Lalu saya praktekkan sendiri membuat sabun di rumah dan dari beberapa pelatihan itu selalu mendapat sertifikat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahan utama pembuatan sabun tidak hanya menggunakan minyak jelantah, tetapi juga dapat memanfaatkan minyak kelapa sawit maupun minyak Zaitun.
Minyak jelantah terlebih dahulu direndam bersama arang aktif dari batok kelapa selama 24 jam untuk menghilangkan bau tengik dan menyaring sisa kotoran makanan.
“Setelah itu minyak disaring menggunakan kain bersih atau kertas saring hingga lebih jernih dan siap digunakan,” tegasnya.
Dwi Endang Purwanti menambahkan, proses berikutnya dilakukan dengan mencampur minyak menggunakan hand blender atau mixer berkecepatan rendah bersama susu dan bengkoang yang telah disaring.
Campuran tersebut kemudian diberi soda api (NaOH) hingga mengental seperti bubur atau puding.
“Setelah mengental, tambahkan minyak wangi dan pewarna sabun lalu diaduk hingga merata. Kemudian dituangkan ke dalam cetakan silikon atau kotak bekas. Setelah satu hingga dua hari dilepas dari cetakan dan diangin-anginkan selama tiga minggu masa curing, sabun sudah bisa digunakan,” jelasnya.
Menurutnya, sabun berbahan minyak jelantah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sabun cuci piring maupun sabun cuci pakaian.
Sementara itu, Sari Dian Fachroni Kurniawan menyampaikan bahwa kegiatan kolaborasi DWP DLH dan DWP Diskumperindag ini menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan dimulai dari rumah tangga.
“Kita ingin menjaga bumi dimulai dari lingkungan keluarga kita. Kita memilih tema pengolahan minyak jelantah menjadi sabun karena mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia berharap peserta pelatihan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dan mengembangkan pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis.
“Kalau percobaan ini berhasil tentunya bisa diterapkan, karena selain dapat meningkatkan perekonomian keluarga juga mampu mengurangi limbah. Minyak jelantah yang dibuang sembarangan pasti akan mencemari lingkungan,” pungkasnya. (Rif/Eno)






