Layanan ATR/BPN Semarang Kian Dipercaya, Warga Rasakan Pelayanan Cepat dan Transparan

LAYANAN BPN

Semarang | Serulingmedia.com – Kualitas pelayanan pertanahan di loket Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus menuai apresiasi dari masyarakat. Warga yang mengurus administrasi pertanahan di Kantor Pertanahan Kota Semarang menilai layanan kini jauh lebih cepat, transparan, dan memberikan kepastian dibandingkan sebelumnya.

Salah satu pemohon, Galuh (43), warga Kecamatan Candisari, mengungkapkan bahwa perubahan signifikan sangat dirasakan, terutama dalam proses koreksi dan pemantauan berkas. Jika dahulu pemohon harus menunggu tanpa kepastian waktu, kini seluruh perkembangan dapat diketahui dengan cepat melalui sistem digital.

“Kalau dulu dikoreksi itu kita tidak tahu harus menunggu berapa lama. Sekarang beda, berkas sudah masuk, kalau ada kekurangan satu atau dua hari langsung diberi tahu. Semua kelihatan jelas di sistem,” ujar Galuh, Selasa ( 20/1/2026 )

Ia menambahkan, kehadiran aplikasi Sentuh Tanahku menjadi solusi efektif bagi masyarakat. Melalui aplikasi tersebut, pemohon dapat memantau status permohonan tanpa harus bolak-balik datang ke Kantor Pertanahan.

Hal senada disampaikan Alfie (55), pemohon asal Kecamatan Semarang Barat. Menurutnya, pemanfaatan sistem digital membuat pelayanan pertanahan menjadi lebih efisien dan memangkas proses yang sebelumnya memakan waktu lama.

“Sekarang lebih cepat karena koreksi dilakukan secara online. Kita bisa langsung tahu apakah pengajuan diterima atau masih perlu perbaikan,” jelas Alfie.

Ia menilai, digitalisasi layanan ini tidak hanya menghemat waktu dan tenaga masyarakat, tetapi juga menjadi bukti nyata peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang pertanahan. Masyarakat kini cukup memantau perkembangan berkas secara mandiri melalui sistem yang tersedia.

Lebih jauh, Alfie yang berprofesi sebagai notaris menyoroti dampak positif lain dari peningkatan layanan tersebut, yakni tumbuhnya kemandirian masyarakat dalam mengurus administrasi pertanahan. Jika sebelumnya masyarakat cenderung menyerahkan pengurusan kepada notaris, kini semakin banyak yang memilih mengurus langsung ke Kantor Pertanahan.

“Sekarang masyarakat sudah banyak yang datang sendiri. Dulu hampir semuanya lewat notaris. Sekarang kesadarannya meningkat, masyarakat sudah mau dan berani mengurus tanah secara mandiri,” pungkasnya.

Kemudahan layanan mulai dari sistem antrean, pengajuan berkas, hingga pengecekan status permohonan, dinilai membuat masyarakat semakin nyaman dan percaya diri. Pelayanan yang terbuka, informatif, dan berbasis digital di loket ATR/BPN Kota Semarang pun menjadi faktor utama meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan pertanahan. (Sar)