Tingkatkan Kualitas Layanan Pertanahan, Menteri ATR/BPN Tekankan Product Knowledge dan Hospitality Petugas Loket

Nusron Wahid.jpeg12_11zon

Jakarta | Serulingmedia.com – Untuk meningkatkan kualitas layanan pertanahan kepada masyarakat, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan pentingnya pembekalan product knowledge dan hospitality bagi petugas loket pelayanan. Ia juga menekankan perlunya sinkronisasi yang kuat antara loket pelayanan dan back office di Kantor Pertanahan agar pelayanan berjalan optimal, efektif, dan komprehensif.

“Ini perlu adanya asesmen ulang para petugas loket di semua Kantah-kantah besar ini. Nantinya mereka akan dibekali pembinaan khusus product knowledge atau pengetahuan layanan, lalu yang kedua adalah hospitality. Kombinasi dua ini penting,” ujar Menteri Nusron saat kegiatan Pembinaan Jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta di Kantor Pertanahan Kota Administratif Jakarta Timur, Selasa (13/01/2026).

Menurutnya, keseragaman pemahaman terhadap produk layanan pertanahan yang didukung dengan sikap pelayanan yang ramah dan profesional akan membantu masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan utuh sejak awal. Dengan demikian, potensi bolak-balik berkas akibat perbedaan informasi dapat diminimalkan.

“Jadi makanya hospitality tim loket itu penting. Hari ini berkas kurang persyaratan A, besok datang lagi kurang persyaratan B, besok ganti lagi, kan itu tidak komprehensif,” tegasnya.

Menteri Nusron menambahkan, pembinaan ini menjadi sangat penting mengingat dalam sejumlah kunjungan kerja ke daerah, masih ditemukan kendala pelayanan akibat belum optimalnya koordinasi antara petugas loket dan back office. Ke depan, petugas loket dan front office akan mendapatkan pembinaan khusus melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).

“Penting ini petugas loket, karena front end kita kan di situ. Kesan pertama pelayanan negara ada di loket,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (Dirjen SPPR), Virgo Eresta Jaya, menilai penguatan komunikasi dan koordinasi internal juga menjadi kunci keberhasilan pelayanan. Menurutnya, peran Kepala Kantor Pertanahan sangat strategis dalam memastikan adanya keselarasan antara petugas loket, manajer loket, dan back office.

“Dari Kepala Kantor juga harus sinkronkan antara tugas petugas loket, manajer loket, dan back office. Itu dulu tugasnya Kepala Kantor. Semisal berkas ditolak karena persyaratan ini, ya pastikan ada satu kesepahaman,” terang Virgo.

Dalam kegiatan pembinaan tersebut, para Kepala Kantor Pertanahan di lingkungan Kanwil BPN Provinsi DKI Jakarta turut memaparkan progres pelayanan serta berbagai tantangan yang dihadapi di masing-masing kantor. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT) Asnaedi; Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Strategis dan Kerja Sama Antarlembaga, Muda Saleh; sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN; serta para Pejabat Administrator di lingkungan Kanwil BPN Provinsi DKI Jakarta. (Sar)