Khamim Tohari, Wakil Rakyat yang Benar-Benar Membela Rakyatnya
Batu | Serulingmedia.com – Di tengah konflik panas yang meletup di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada Senin pagi (17/11/2025), muncul satu sosok yang berdiri tegak sebagai tameng moral warga: Khamim Tohari, anggota DPRD Kota Batu yang memaknai mandat rakyat bukan sebagai simbol kekuasaan, tetapi sebagai panggilan keberanian.
Ketika aparat dan perwakilan pengadilan datang dengan rencana konstatering, sebagian warga dicekam kecemasan. Namun di tengah kepungan situasi itu, hadir Khamim Tohari—bukan sebagai pejabat yang menjaga jarak, melainkan sebagai saudara yang turut merasakan denyut keresahan warganya. Ia berdiri di barisan paling depan, di sisi warga, bukan di balik meja berpendingin udara.

Dengan suara lantang, Khamim memecah ketegangan. Ia berdiri tepat di hadapan Panitera Muda Perdata PN Malang bersama tim juru sita, menyampaikan protes keras demi membela warga yang merasa diperlakukan tidak adil.
“Saya wakil rakyat di sini! Jangan seenaknya melakukan konstatering. Lihat bukti pembayaran dan perjanjian yang sudah dijalankan warga!”
Itu bukan kalimat basa-basi. Itu adalah pernyataan langsung yang ia tujukan kepada aparat pengadilan yang hari itu datang membawa kewenangan negara. Khamim ingin memastikan bahwa proses hukum tidak dilakukan secara membabi buta tanpa menengok realitas sosial dan iktikad baik warga Junggo.
Ia menegaskan bahwa warga tidak menghindari tanggung jawab. Mereka telah membayar ratusan juta rupiah, bahkan menyiapkan pelunasan terakhir melalui skema pinjaman Bank Jatim.
Ada iktikad baik, ada upaya sungguh-sungguh. Dan bagi Khamim, hal itu sudah cukup menjadi dasar agar negara tidak serta-merta mengabaikan proses damai yang telah disepakati sejak 2021.
Keberanian Khamim Tohari bukan hal biasa di era ketika banyak pejabat memilih aman. Ia hadir di tengah kerumunan, menembus barikade aparat dan tekanan psikologis warga.
Ia tidak hanya bersuara; ia berpihak. Dalam kasus sengketa lahan di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, keberpihakan itu memberi warga kekuatan baru untuk menyampaikan penolakan secara terhormat—tanpa gaduh, tetapi tegas.
Tindakan Khamim hari itu adalah contoh klasik bagaimana seorang wakil rakyat seharusnya bekerja: turun ke lapangan ketika rakyatnya berada dalam tekanan, berdiri bersama mereka ketika keadilan dipertaruhkan.
Ia mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar atribut formal, melainkan amanah untuk melindungi mereka yang mungkin kalah di hadapan sistem yang kaku.

Dengan berdiri tegak dan suara yang bulat, ia menjadi jembatan antara rakyat dan kekuasaan, memastikan bahwa warga Junggo tidak melangkah sendirian dalam menghadapi proses hukum yang membingungkan dan mengancam.
Pada hari itu, Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu mencatat satu catatan penting dalam memori sosialnya:
Ada seorang wakil rakyat bernama Khamim Tohari yang tidak membiarkan warganya berjuang sendiri.( Eno/Adv).
—






