KBD Resmi Berganti Nahkoda, Sunarto Pimpin Komunitas Batu untuk Demokrasi 2025–2030

742100_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Komunitas Batu untuk Demokrasi (KBD) secara resmi menetapkan Sunarto sebagai Ketua Presidium periode 2025–2030 melalui Musyawarah Besar yang digelar di Aula Lantai 1 Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batu, Minggu (14/12/2025).

Musyawarah Besar tersebut dihadiri 23 anggota KBD dan awalnya dikemas sebagai agenda reuni alumni Sekolah Demokrasi Kota Batu.

Namun, forum berkembang menjadi agenda strategis organisasi untuk memilih kepengurusan baru, menyusul berakhirnya masa bakti pengurus periode sebelumnya.

Musyawarah Besar KBD 2025 menunjuk Sunarto sebagai Ketua Presidium, didampingi empat anggota presidium yakni Catur Heri Wibowo, Mardi Setyaningsih, Siti Yulaikah, dan M. Naseh Lukman, serta Arif Erwinadi sebagai Sekretaris. Kepengurusan ini akan menjalankan mandat organisasi hingga tahun 2030.

Ketua Presidium KBD terpilih, Sunarto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Ia menegaskan bahwa KBD ke depan akan mendorong penguatan diskusi publik dan kajian kritis terkait persoalan demokrasi serta isu-isu strategis di Kota Batu.

“Kami berharap anggota KBD lebih aktif berdiskusi mengenai persoalan demokrasi dan problematika Kota Batu, kemudian hasilnya dapat direkomendasikan kepada Pemerintah Kota Batu,” ujar Sunarto.

Sementara itu, Yogi Eka Chalid Farobi, anggota Bawaslu Kota Batu, menilai pertemuan tersebut sebagai momentum penting bagi konsolidasi gagasan demokrasi di tingkat lokal.

Ia menegaskan bahwa Bawaslu membuka ruang kolaborasi dengan komunitas sipil tanpa kepentingan apa pun.

“Gagasan berkumpul akhirnya terwujud hari ini. Ke depan, Bawaslu dan KPU Kota Batu siap memfasilitasi diskusi rutin, pendidikan demokrasi, pendidikan pemilu, dan pendidikan pengawasan,” tutur Yogi.

Ia juga menyampaikan rencana penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara KBD, Bawaslu, dan KPU Kota Batu sebagai dasar kerja sama kelembagaan dalam penguatan demokrasi partisipatif.

Dukungan terhadap keberlanjutan KBD turut disampaikan Levi Riansyah, perwakilan Averrous Community Malang.

Ia menilai KBD sebagai hasil nyata dari proses pendidikan politik yang dijalankan melalui Sekolah Demokrasi sejak 2009 hingga 2011.

“KBD adalah miniatur Kota Batu. Dari dinamika inilah lahir kontribusi nyata, termasuk keterlibatan alumni Sekolah Demokrasi dalam penyelenggaraan pemilu di KPU dan Bawaslu Kota Batu,” ungkap Levi.

Levi juga mendorong KBD agar ke depan mengambil peran lebih strategis, seperti pengawalan dan monitoring APBD, serta menjaga kesinambungan forum diskusi sebagai bagian dari kontrol sosial masyarakat.

Komunitas Batu untuk Demokrasi merupakan wadah alumni Sekolah Demokrasi Kota Batu yang diselenggarakan oleh Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID) dengan dukungan Institut Demokrasi Multi-Partai Belanda, bekerja sama dengan Averrous Community Malang.

Sejak berdiri, KBD konsisten menjadi ruang dialog kritis dan pendidikan demokrasi di tingkat lokal.

Dengan kepengurusan baru, KBD diharapkan semakin mengokohkan perannya sebagai penjaga nalar demokrasi dan pengawal kepentingan publik di Kota Batu.( Eno).