Irjen ATR/BPN Tegaskan Peran Strategis Tata Usaha dalam Menjaga Akuntabilitas Kinerja

780491_11zon (1)

Yogyakarta | Serulingmedia.com – Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Pudji Prasetijanto Hadi, secara resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Sekretariat Jenderal Kementerian ATR/BPN yang digelar di Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (22/12/2025).

Rakernis yang diikuti jajaran Staf Tata Usaha dari satuan kerja pusat hingga daerah ini menjadi forum strategis untuk memperkuat peran Tata Usaha dalam mendukung pengawasan internal dan menjaga akuntabilitas kinerja organisasi.

Dalam sambutannya, Pudji menegaskan bahwa Staf Tata Usaha memiliki posisi yang sangat strategis karena berada pada rentang kendali yang luas, mulai dari pusat hingga daerah.

Ia menekankan pentingnya Tata Usaha sebagai kepanjangan tangan Inspektorat Jenderal dalam memastikan seluruh proses administrasi dan pelaksanaan program berjalan sesuai aturan.

“Staf Tata Usaha memiliki peran yang sangat penting dengan rentang kendali yang luas, dari pusat sampai daerah. Mereka diharapkan menjadi kepanjangan tangan Inspektorat Jenderal dalam memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan,” ujar Pudji Prasetijanto Hadi.

Rakernis Sekretariat Jenderal Kementerian ATR/BPN tahun ini mengusung tema “Evaluasi Kinerja dan Strategi Percepatan Realisasi Kinerja Fisik dan Keuangan Tahun 2025 dan 2026 Kementerian ATR/BPN”.

Tema tersebut menegaskan komitmen kementerian dalam memperkuat keterpaduan antara perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian program.

Pudji mengingatkan bahwa evaluasi kinerja tidak hanya menitikberatkan pada capaian output semata, tetapi juga harus mencermati kepatuhan proses serta ketepatan pelaksanaan.

Menurutnya, di sinilah fungsi Tata Usaha berperan sebagai pengendali administratif yang mampu mencegah potensi penyimpangan sejak dini.

“Tata Usaha berada pada posisi strategis karena berhadapan langsung dengan proses administrasi dan pengendalian kegiatan. Jika fungsi ini berjalan dengan baik, potensi penyimpangan dapat dicegah sejak awal,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakernis, Kepala Biro Sumber Daya Manusia Budi Santosa, dalam laporannya menjelaskan bahwa Rakernis bertujuan untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas kinerja fisik dan keuangan Tahun Anggaran 2025, sekaligus merumuskan strategi percepatan realisasi kinerja tahun 2026.

Rakernis yang berlangsung selama tiga hari, 22–24 Desember 2025, ini juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antarunit kerja, menyelaraskan perencanaan dan pengendalian program, serta mendukung pencapaian program strategis Kementerian ATR/BPN.

Kegiatan diisi dengan sesi diskusi bersama narasumber dari kementerian/lembaga terkait dan kalangan akademisi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah Staf Ahli serta Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Jika ingin, saya bisa menyiapkan judul alternatif (lebih bombastis, lebih birokratis, atau lebih humanis) atau menyesuaikan gaya khas media nasional maupun media daerah.(Sar).