Investor AS Siap Gelontorkan Rp8 Triliun, Kota Batu Dibidik Jadi Kota Podway Pertama di Indonesia

1300486_11zon

Batu | Serulingmedia.com — Rencana pembangunan transportasi futuristik berupa capsule gantung (podway) di Kota Batu kian serius. Investor asal Amerika Serikat melalui Transit X kembali melakukan audiensi kedua dengan Pemerintah Kota Batu, Jumat (17/4/2026), guna mempresentasikan konsep proyek bernilai fantastis tersebut.

 

Audiensi yang berlangsung di ruang rapat MPP Among Warga ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan pertama bersama Wali Kota Batu, Nurochman, dihadiri Mr. Mario Medanic repretatif dari Transit X pada Kamis (5/2/2026).

 

Dalam pertemuan lanjutan ini, Wali Kota diwakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dra. Dyah Lies Tina Purwaty.

 

Pihak investor diwakili Pebruari Djaya Alamsjah yang memaparkan secara rinci rencana pembangunan podway yang akan menghubungkan wilayah Malang Raya, meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.

“Investor dari Amerika Serikat tertarik mengembangkan transportasi capsule gantung di Kota Batu dengan lintasan mencapai 182 kilometer,” ujar Pebruari dalam pemaparannya.

Dalam konsep tersebut, akan dioperasikan sebanyak 1.287 unit capsule dengan total 724 halte. Setiap capsule mampu mengangkut empat penumpang dan menggunakan tenaga surya dengan sistem otomatis berbasis kecerdasan buatan (AI), tanpa sopir.

Transportasi ini dirancang melaju dengan kecepatan 40 hingga 72 km per jam pada ketinggian sekitar 4,5 meter di atas permukaan tanah. Menariknya, tarif yang ditawarkan relatif murah, yakni sekitar Rp1.700 per kilometer, bahkan lebih rendah dibandingkan biaya parkir kendaraan roda dua.

Selain menghadirkan solusi transportasi modern, proyek ini juga diproyeksikan mampu menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja, dengan 75 persen di antaranya berasal dari masyarakat lokal Kota Batu.

Total investasi yang akan digelontorkan mencapai Rp8 triliun, dengan seluruh pembiayaan berasal dari pihak investor.

Kepala DPMPTSP Kota Batu, Dyah Lies Tina Purwaty, menyampaikan bahwa hasil paparan tersebut akan dilaporkan kepada Wali Kota Batu untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

“Apa yang telah dipresentasikan akan kami sampaikan kepada Wali Kota. Saat ini proyek masih dalam tahap penawaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketertarikan investor asing ini menjadi sinyal awal yang positif bagi pengembangan infrastruktur dan investasi di Kota Batu.

 

Meski demikian, keputusan final terkait realisasi proyek podway masih menunggu kajian lanjutan serta persetujuan dari pimpinan daerah.

Jika terealisasi, proyek ini berpotensi menjadikan Kota Batu sebagai pelopor transportasi gantung modern pertama di Indonesia, sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata berkelas internasional.(Eno).