Hargorejo, Desa di Perbukitan Kulon Progo yang Menjadi Wajah Sukses Reforma Agraria

IMG-20251111-WA0024

Kulon Progo | Serulingmedia.com – Desa Hargorejo di Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, menjadi contoh nyata keberhasilan pelaksanaan program Reforma Agraria yang digagas oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Wilayah yang dulunya dikenal sulit dijangkau dan minim akses kini menjelma menjadi desa produktif berbasis usaha gula semut yang menopang perekonomian warga.

“Awalnya masyarakat sudah memproduksi gula batok dan gula semut, tapi terkendala di pemasaran dan peremajaan pohon kelapa. Setelah ada pendampingan dari kerja sama BPN, kini warga punya arah yang lebih jelas dan mampu mengelola usahanya secara mandiri,” ungkap Alfia Fathul Hidayati, Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan (P2) Kantor Pertanahan Kota Yogyakarta, yang turut mengawal pelaksanaan Reforma Agraria tahun 2022–2023.

Program Reforma Agraria yang dijalankan Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Kulon Progo tak hanya berhenti pada penataan aset melalui sertipikasi tanah pada tahun 2016 dan 2019.

Program ini berlanjut dengan penataan akses ekonomi masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga dunia usaha, Kementerian ATR/BPN membantu warga memperkuat kelembagaan kelompok tani, meningkatkan kapasitas produksi, serta mendorong sertifikasi organik bagi produk gula semut.

“Dulu kami memproduksi gula batok dan gula semut secara pribadi, belum terorganisir. Setelah ada sosialisasi Reforma Agraria, kami dibimbing untuk memperkuat kelompok dan membangun kelembagaan. Sekarang kami bahkan sudah bisa ekspor,” ujar Sadiman, Ketua Kelompok Tani Gula Semut Nyawiji Mulyo.

Menurutnya, pendampingan dari Kantah Kabupaten Kulon Progo dan pihak swasta membuka wawasan petani untuk memenuhi standar pasar internasional.

“Dulu kami jual ke pasar sekitar, sekarang sudah bisa kirim dua kontainer sebulan lewat kerja sama dengan PT Nira Lestari Internasional,” tambah Sadiman dengan bangga.

Sementara itu, Lurah Hargorejo Bekti Murdayanto menyampaikan bahwa program Reforma Agraria membawa dampak nyata bagi warga.

Sekitar 100 petani gula semut kini merasakan manfaat pendampingan usaha yang terintegrasi dengan peningkatan kapasitas dan pemasaran produk.

“Program Reforma Agraria ini tidak hanya mengurus sertipikasi tanah, tapi juga mendampingi warga agar bisa mengelola potensi lokal. Gula semut menjadi ikon desa kami karena mampu menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja,” terang Bekti.

Kini, Desa Hargorejo tak lagi sekadar dikenal sebagai wilayah perbukitan di Kulon Progo. Dengan semangat gotong royong dan dukungan berkelanjutan dari Kementerian ATR/BPN, Hargorejo menjadi bukti bahwa Reforma Agraria bukan hanya tentang tanah, melainkan tentang menumbuhkan harapan dan kemandirian ekonomi masyarakat desa.( Sar)