Jejak Pengabdian Rudi Susanto: Pamit dengan Kerendahan Hati, Meninggalkan Warisan Pelayanan

1760185_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Ada kalanya sebuah jabatan berakhir, tetapi pengabdian tidak pernah benar-benar usai.

 

Demikian pula perjalanan Rudi Susanto, S.H., yang menutup masa baktinya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus Kepala Kantor Pertanahan Kota Batu dengan sebuah pesan yang menyentuh: berpamitan, memohon maaf, dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.

 

Momen purnatugas itu bukan sekadar seremoni administratif, melainkan refleksi seorang abdi negara yang memilih meninggalkan jabatan dengan penuh kerendahan hati.

 

Bagi Rudi Susanto, setiap keberhasilan pelayanan pertanahan tidak pernah lahir dari kerja individu, tetapi dari sinergi seluruh pegawai, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat.

 

Selama memimpin Kantor Pertanahan Kota Batu, berbagai program strategis terus dijalankan. Percepatan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), peningkatan kualitas pelayanan, digitalisasi pertanahan, hingga penguatan kepastian hukum hak atas tanah menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik.

 

Dalam pesan perpisahannya, Rudi Susanto menyampaikan rasa syukur sekaligus permohonan maaf kepada seluruh pihak.

 

“Sehubungan telah berakhirnya masa tugas saya sebagai ASN dan memasuki masa purnatugas, dengan segala kerendahan hati izinkan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas semua kesalahan, kekhilafan, tutur kata maupun tingkah laku selama ini yang kurang berkenan bagi Bapak dan Ibu semua,” ujar Rudi Susanto,  Kamis ( 23/7/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kebersamaan yang telah terjalin selama bertugas di Kota Batu.

“Terima kasih atas kerja sama, silaturahmi, dan kebersamaannya selama saya bertugas sebagai Kepala Kantor Pertanahan Kota Batu. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan Bapak dan Ibu serta memberikan keberkahan, kesehatan, kebahagiaan, keselamatan, dan perlindungan bagi kita semua. Semoga tali silaturahmi kita tetap terjaga,” tuturnya.

Narasi perpisahan tersebut menjadi penanda bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang menjalankan tugas dan mencapai target, tetapi juga tentang meninggalkan keteladanan.

 

Dalam birokrasi, sikap rendah hati, kesediaan meminta maaf, dan penghargaan kepada rekan kerja merupakan nilai yang tak kalah penting dibanding capaian kinerja.

 

Purnatugas menjadi akhir dari masa jabatan, tetapi bukan akhir dari pengabdian. Jejak dedikasi Rudi Susanto akan tetap menjadi bagian dari perjalanan Kantor Pertanahan Kota Batu.

 

Sementara estafet kepemimpinan telah berlanjut, semangat melayani masyarakat dengan integritas dan profesionalisme diharapkan terus hidup, menjadi inspirasi bagi generasi ASN berikutnya.

 

Selamat memasuki masa purnabakti, Rudi Susanto. Pengabdian boleh usai, tetapi keteladanan akan selalu dikenang. (Eno).