200 Warga Sumberbrantas Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Desa, BPN Kota Batu Gaspol Reforma Agraria Berbasis Pemberdayaan
Batu | Serulingmedia.com – Kantor Pertanahan (BPN) Kota Batu terus mengakselerasi pelaksanaan Reforma Agraria yang tidak hanya berhenti pada pembagian aset, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sebanyak 200 warga Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, mengikuti Sosialisasi Pemetaan Sosial Penanganan Akses Reforma Agraria Kota Batu Tahun 2026 yang digelar di Graha Manunggal Bhakti, Desa Sumberbrantas, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh itu menjadi langkah awal dalam memetakan potensi, kebutuhan, hingga tantangan masyarakat penerima manfaat program akses reforma agraria.
Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani tampak antusias mengikuti pemaparan materi.
Mereka juga diberi ruang menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha dan memanfaatkan aset tanah yang dimiliki agar lebih produktif.
Koordinator Substansi Landreform dan Pemberdayaan Kantor Pertanahan Kota Batu, Yerie Luluk Hadiyanto, S.E., menegaskan bahwa reforma agraria tidak sekadar memberikan legalitas kepemilikan tanah kepada masyarakat.
“Setelah masyarakat memiliki kepastian hukum atas tanahnya, tugas berikutnya adalah memastikan tanah tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi. Melalui akses reforma agraria ini, kami memetakan potensi masyarakat agar bisa dihubungkan dengan berbagai program pemberdayaan, baik akses permodalan, pelatihan usaha, maupun penguatan kelembagaan,” ujar Yerie.
Menurutnya, pemetaan sosial menjadi instrumen penting untuk mengetahui kebutuhan riil masyarakat sehingga intervensi program pemerintah tidak bersifat seragam.
“Setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, kami ingin memastikan program yang hadir benar-benar sesuai dengan kondisi dan potensi masyarakat di lapangan,” tambahnya.
Kepala Desa Sumberbrantas, Saniman, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap program akses reforma agraria mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desanya.
“Mayoritas warga kami adalah petani. Dengan adanya pendampingan seperti ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memiliki tanah, tetapi juga memiliki kemampuan mengelolanya menjadi sumber penghasilan yang lebih baik. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan bersama,” kata Saniman.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk aktif mengikuti setiap tahapan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami berharap warga terbuka menyampaikan kondisi dan kebutuhan mereka. Dengan begitu, program yang disusun dapat menjawab persoalan yang ada dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Desa Sumberbrantas dikenal sebagai salah satu sentra pertanian hortikultura di Kota Batu. Potensi tersebut dinilai menjadi modal besar dalam pengembangan akses reforma agraria berbasis pemberdayaan masyarakat.
Melalui pemetaan sosial ini, BPN Kota Batu menegaskan bahwa reforma agraria bukan sekadar urusan sertipikat tanah. Lebih dari itu, program ini diarahkan untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan memiliki akses lebih luas terhadap berbagai peluang ekonomi.
Dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses perencanaan, diharapkan akses reforma agraria mampu menjadi pengungkit kesejahteraan warga sekaligus memperkuat pembangunan desa dari akar rumput.( Eno).






