HANI 2026: Dari Mimbar Jumat, Ustaz Abdullah Thohir Ingatkan Narkoba Merusak Akal, Keluarga, hingga Masa Depan Bangsa

1627510_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 menggema hingga ke mimbar Masjid Darul Taqwa Polsek Batu.

 

Dalam khutbah Sholat Jumat, Jumat (26/6/2026), Ustaz Abdullah Thohir asal Kelurahan Temas mengajak umat Islam menjadikan perang melawan narkoba sebagai bagian dari ikhtiar menjaga agama, akal, dan masa depan generasi bangsa.

 

Di hadapan jamaah, Ustaz Abdullah menegaskan bahwa narkoba termasuk kategori khamr, yakni segala sesuatu yang memabukkan dan menghilangkan akal sehat. Karena itu, Islam mengharamkan segala bentuk penyalahgunaan zat yang merusak kesadaran manusia.

 

“Segala sesuatu yang memabukkan dan mengubah akal sehat adalah khamr. Sedikit maupun banyak tetap haram hukumnya. Karena itu, umat Islam wajib menjauhinya agar tidak menghancurkan kehidupan sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

 

Dalam khutbahnya, ia menjelaskan bahwa syariat Islam bertujuan menjaga lima hal pokok (maqashid syariah), yaitu agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Menurutnya, penyalahgunaan narkoba menjadi ancaman nyata karena mampu merusak seluruh sendi kehidupan tersebut.

 

Ia menyoroti bahwa ketika akal telah dikuasai narkoba, seseorang kehilangan kemampuan membedakan yang benar dan salah sehingga mudah terjerumus dalam berbagai tindakan melawan hukum maupun agama.

 

“Kita harus menjaga akal, karena ketika akal rusak, seseorang dapat melakukan apa saja. Narkoba menghancurkan masa depan, merusak keluarga, bahkan menghabiskan harta yang telah dikumpulkan bertahun-tahun,” ujarnya.

 

Ustaz Abdullah juga mengingatkan bahwa ancaman narkoba sering kali bermula dari lingkungan terdekat.

 

Ia mengutip catatan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang menyebut penyalahgunaan narkoba banyak berawal dari keluarga maupun teman pergaulan.

 

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat memperkuat pengawasan terhadap anak-anak dan generasi muda agar tidak menjadi korban peredaran narkotika.

 

“Mari kita waspada. Penyalahgunaan narkoba sering bermula dari lingkungan terdekat. Keluarga harus menjadi benteng pertama dalam melindungi anak-anak kita dari bahaya narkoba,” katanya.

 

Mengakhiri khutbahnya, Ustaz Abdullah mengajak jamaah menjadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik melalui introspeksi diri, memperbanyak doa, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.

 

“Semoga Allah SWT menjaga negeri ini, Kota Batu, keluarga kita, dan generasi penerus dari narkoba serta segala bentuk musibah. Hari esok harus lebih baik daripada hari ini,” pungkasnya.

 

Khutbah yang disampaikan bertepatan dengan HANI 2026 tersebut menjadi pengingat bahwa upaya memerangi narkoba tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai agama, pendidikan keluarga, dan kepedulian sosial sebagai benteng utama melindungi generasi bangsa. ( Eno).