Gubernur Khofifah Ajak Jaga Ekosistem Pesisir, Rektor UIN Maliki Malang Raih Penghargaan Dukungan Peran Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam perlindungan dan Pengelolaan

Screenshot_2025-11-03-17-19-04-975_com.miui.gallery-edit

Bangkalan | Serulingmedia.com – Kabupaten Bangkalan menjadi tuan rumah Festival Mangrove Jawa Timur VIII, yang digelar di pesisir Desa Martajasah, Senin (3/11/2025).

Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ekosistem pesisir dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian hutan mangrove.

Festival tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama sejumlah pejabat daerah, akademisi, pegiat lingkungan, dan masyarakat pesisir.

Salah satu momen istimewa adalah aksi penanaman mangrove bersama Kaka Slank, vokalis legendaris band papan atas Indonesia, yang ikut menanam bibit mangrove di pesisir Bangkalan.

Kegiatan bertema “Mangrove Harmony Ride Gubernur Jawa Timur bersama Kaka Slank di Kabupaten Bangkalan” ini menggabungkan unsur edukasi, aksi lingkungan, dan kampanye sosial.

Kehadiran Kaka menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda untuk peduli terhadap kelestarian alam.

“Kehadiran figur publik seperti Kaka Slank diharapkan menjadi inspirasi bagi anak muda agar ikut menjaga lingkungan dan menjadi bagian dari solusi perubahan iklim,” ujar Kepala Diskominfo Bangkalan, Zainal Alim.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga memberikan penghargaan kepada Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ifil Nur Diana, M.Si, sebagai Dukungan Peran Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam perlindungan dan Pengelolaan.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menekankan bahwa keberhasilan rehabilitasi ekosistem mangrove membutuhkan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat pesisir.

“Insya Allah ekosistemnya sudah terbangun. Kampus-kampus, pecinta mangrove, penggiat lingkungan, dan OPD semua sudah menyatu. Suatu saat para nelayan akan mencintai dan menjaga mangrove, karena mereka tahu di akar-akar mangrove itulah habitat ikan, kepiting, dan udang berada,” tutur Khofifah.

Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Ifil Nur Diana, menyampaikan apresiasinya atas penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk UIN Maliki, tetapi untuk seluruh civitas akademika yang selama ini berkomitmen terhadap riset dan aksi nyata pelestarian lingkungan. Kampus kami akan terus memperkuat peran akademik dan sosial dalam menjaga keseimbangan alam, termasuk pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan,” ujar Prof. Ifil.

Indonesia sendiri diketahui memiliki hutan mangrove terluas di dunia, mencapai 3,4 juta hektare, atau sekitar 23 persen dari total luas mangrove global. Saat ini, pemerintah tengah menjalankan proyek rehabilitasi mangrove terbesar di dunia, yaitu Mangrove for Coastal Resilience (MARC) yang berkolaborasi dengan World Bank.

Sebagai penutup, Gubernur Khofifah menyampaikan pesan moral yang menggugah. Ia mengingatkan bahwa menjaga mangrove bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Menanam mangrove berarti menanam kehidupan. Dari akar-akar yang tumbuh di pesisir, ada harapan bagi laut yang sehat, udara yang bersih, dan masa depan yang lebih baik bagi anak cucu kita,” ucapnya.

Festival Mangrove Jawa Timur VIII di Bangkalan pun menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa tumbuh dari kebersamaan, cinta tanah air, dan niat tulus untuk menjaga bumi pertiwi.( Eno).