Mahasiswa UIN Malang Hadiri Undangan Gubernur Jatim di Festival Mangrove ke-8
Bangkalan | Serulingmedia.com — Sebanyak tiga belas mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan menghadiri undangan langsung dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Mereka turut memeriahkan Festival Mangrove Jawa Timur (Jatim) ke-8 yang digelar di Pantai Martajasah, Bangkalan, pada Senin (3/11/2025).
Festival tahun ini terasa istimewa karena menghadirkan musisi legendaris Kaka Slank, yang ikut mengampanyekan gerakan pelestarian mangrove melalui tema “Mangrove Harmony Ride Gubernur Jawa Timur Bersama Kaka Slank”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampanye mitigasi perubahan iklim global serta mendukung target nasional Net Zero Emission 2060.
Rombongan mahasiswa UIN Malang terdiri dari pengurus UKM Pramuka, KSR (Korps Sukarela), Menwa (Resimen Mahasiswa), Simfoni, dan Unior (Unit Kegiatan Olahraga).
Mereka menjadi garda muda yang aktif berkontribusi dalam pelestarian alam dan edukasi lingkungan hidup.
“Kehadiran kami di sini sebagai bentuk kepedulian kami, para mahasiswa, dalam menjaga lingkungan, sekaligus belajar langsung dari kegiatan berskala provinsi,” ujar Abu Hanif, pendamping mahasiswa UIN Malang.
Festival yang juga menjadi bagian dari perayaan HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur ini dikemas meriah dengan berbagai kegiatan, antara lain penanaman ratusan bibit mangrove, pelepasliaran burung air, serta edukasi pelestarian mangrove bagi generasi muda.
Selain itu, pengunjung juga disuguhkan kreativitas lingkungan berupa fashion show batik pewarna alami mangrove dan pameran produk turunan mangrove bernilai ekonomis.
Dalam momen penuh makna itu, Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si., menerima penghargaan dari Gubernur Khofifah atas kategori Dukungan Peran Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan.
Penghargaan tersebut menjadi simbol apresiasi atas komitmen UIN Malang dalam membangun kesadaran ekologis di dunia pendidikan sekaligus memperkuat sinergi antara kampus dan pemerintah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan Jawa Timur.( Eno)






