DWP UIN Maliki Gelar Ngaji Guru Besar Perempuan, Prof. Tutik: Shalat Jadi Sumber Kekuatan Spiritual Muslimah

1730939_11zon

Malang | Serulingmedia.com — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar program “Ngaji Bersama Guru Besar Perempuan: Kajian Kitab Tematik DWP UIN Maliki” secara daring melalui Google Meet, Jumat (17/7/2026).

 

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman keislaman perempuan sekaligus meneguhkan peran spiritual muslimah dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.

 

Kajian menghadirkan Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Tutik Hamidah, M.Ag., yang membahas tema “Kewajiban Shalat bagi Wanita (Kajian Kitab Ahkamun Nisa’)”.

 

Dalam pemaparannya, Prof. Tutik menekankan bahwa shalat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi menjadi sumber kekuatan spiritual yang mampu memberikan ketenangan batin dan daya tahan menghadapi berbagai persoalan hidup.

 

“Shalat adalah jembatan yang menghubungkan keterbatasan manusia dengan kekuatan Allah. Dari sanalah lahir ketenangan, harapan, dan kekuatan untuk kembali bangkit menghadapi setiap ujian kehidupan,” ujar Prof. Tutik.

 

Ia menjelaskan, perempuan memiliki kepekaan emosional yang tinggi sekaligus sering memikul berbagai tanggung jawab dalam keluarga dan masyarakat.

 

Karena itu, shalat menjadi sarana penting untuk menjaga kesehatan spiritual dan psikologis.

Mengacu pada QS. Al-Baqarah ayat 45, Prof. Tutik menerangkan bahwa kesabaran dan shalat merupakan dua pilar utama dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

 

Menurutnya, kesabaran membangun ketahanan diri, sedangkan shalat menjadi ikhtiar untuk memohon pertolongan Allah sehingga hati memperoleh ketenangan.

 

Dalam kajian tersebut juga dibahas keteladanan Maryam binti Imran sebagai sosok perempuan yang memiliki ketangguhan spiritual.

 

Prof. Tutik menilai perempuan yang menjaga kualitas shalat sesungguhnya sedang membangun fondasi keluarga yang kuat dan melahirkan generasi berakhlak.

 

Selain itu, ia meluruskan pemahaman mengenai perempuan yang sedang haid. Menurutnya, larangan melaksanakan shalat pada masa tersebut merupakan bentuk rukhsah atau keringanan dari Allah, bukan pengurangan nilai spiritual seorang perempuan.

“Hubungan dengan Allah tetap dapat dijaga melalui zikir, doa, mendengarkan Al-Qur’an, dan berbagai amal kebajikan lainnya,” jelasnya.

Ketua Dharma Wanita Persatuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ny. Layyinah Basri, mengatakan program Ngaji Bersama Guru Besar Perempuan merupakan komitmen organisasi dalam menghadirkan kajian keislaman yang ilmiah sekaligus relevan dengan kebutuhan perempuan masa kini.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut diharapkan para anggota DWP dan peserta mampu memahami hukum-hukum fikih secara benar serta mengimplementasikan nilai-nilai shalat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber ketenangan, ketangguhan, dan inspirasi bagi keluarga maupun masyarakat.

 

Kajian berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif mengajukan pertanyaan seputar praktik ibadah perempuan.

 

DWP UIN Maliki berharap program ini terus menjadi ruang silaturahmi intelektual dan spiritual yang mempertemukan keilmuan para guru besar dengan kebutuhan nyata perempuan Indonesia, sehingga melahirkan muslimah yang berilmu, berakhlak, tangguh, dan memberikan manfaat bagi keluarga, kampus, bangsa, dan umat.( Eno).,