Prof. Dr. Hj. Sulalah Kupas Tuntas Fikih Thaharah Perempuan dalam Kajian DWP UIN Malang
Malang | Serulingmedia.com – Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Sulalah, mengupas berbagai persoalan fikih perempuan dalam kajian bertajuk “Masalah Thaharah bagi Perempuan” yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang secara daring pada Jumat (19/6/2026).
Kegiatan ini menjadi pembuka program “Ngaji Bersama Guru Besar Perempuan: Kajian Kitab Tematik” yang digelar sepanjang tahun 2026.
Puluhan peserta mengikuti kajian tersebut untuk memperdalam pemahaman mengenai hukum-hukum bersuci yang menjadi dasar penting dalam pelaksanaan ibadah seorang muslimah.
Dalam paparannya, Prof. Sulalah menegaskan bahwa thaharah bukan sekadar persoalan kebersihan fisik, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi kesempurnaan ibadah seorang Muslim.
“Thaharah merupakan syarat utama sahnya banyak ibadah. Karena itu, setiap muslimah harus memahami dengan benar berbagai ketentuan bersuci agar ibadah yang dilaksanakan sesuai dengan tuntunan syariat,” ujar Prof. Sulalah.
Ia menjelaskan bahwa masih banyak persoalan fiqih perempuan yang sering menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, terutama yang berkaitan dengan haid, nifas, istihadhah, hingga tata cara bersuci dalam berbagai kondisi tertentu.
Menurutnya, pemahaman yang tepat akan membantu perempuan menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan penuh keyakinan.
“Islam memberikan panduan yang sangat rinci terkait persoalan perempuan. Karena itu, belajar dan terus memperdalam ilmu agama menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan, terutama bagi perempuan yang memiliki peran penting dalam keluarga,” katanya.
Lebih lanjut, Prof. Sulalah menekankan bahwa perempuan merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya.
Oleh sebab itu, kualitas keilmuan seorang ibu akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan dalam keluarga.
“Ketika seorang perempuan memiliki ilmu yang baik, maka ia akan mampu mendidik keluarganya dengan baik. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang kuat pula,” tuturnya.
Program yang diinisiasi DWP UIN Malang ini menghadirkan tujuh guru besar perempuan dengan tema-tema yang dekat dengan kehidupan muslimah, mulai dari thaharah, salat, puasa, darah perempuan, adab bertetangga, zakat dan sedekah, hingga hak dan kewajiban istri dalam keluarga.
Melalui kegiatan tersebut, DWP UIN Malang berharap budaya belajar sepanjang hayat semakin tumbuh di kalangan perempuan. Kajian ini juga diharapkan menjadi sarana memperkuat wawasan keislaman, meningkatkan kualitas diri, serta membangun ketahanan keluarga yang berlandaskan ilmu dan nilai-nilai Islam.
Dengan menghadirkan para guru besar perempuan sebagai narasumber, program ini menjadi salah satu langkah strategis UIN Malang dalam memperluas akses masyarakat terhadap kajian keislaman yang mendalam, moderat, dan relevan dengan kebutuhan kehidupan modern.( Eno).






