Drs.Arief AS Siddiq MH , Putra Daerah dengan Rekam Jejak Lengkap: Dari Lurah, Sekcam, Camat hingga Kandidat Sekda Kota Batu
BATU | Serulingmedia.com – Drs.Arief AS Siddiq. MH menjadi salah satu kandidat yang berhasil menembus tiga besar seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu.
Birokrat senior yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu tersebut dinilai memiliki pengalaman panjang di berbagai sektor pemerintahan.
Arief AS Siddiq kini memasuki usia 55 tahun. Di usia yang matang bagi seorang birokrat, ia dinilai memiliki bekal pengalaman yang lengkap untuk mengemban amanah sebagai Sekretaris Daerah. 35 tahun pengabdian di berbagai jenjang pemerintahan telah membentuk kapasitas kepemimpinannya, mulai dari pelayanan publik di tingkat bawah hingga memimpin organisasi perangkat daerah strategis.
Selain itu, Arief juga memiliki bekal pendidikan kepamongprajaan sebagai lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Kombinasi antara pendidikan formal di bidang pemerintahan dan pengalaman lebih dari 35 tahun di dunia birokrasi menjadi modal penting dalam memahami tata kelola pemerintahan, koordinasi lintas perangkat daerah, serta perumusan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Dengan rekam jejak lebih dari 35 tahun sebagai aparatur sipil negara, Arief telah menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Pengalamannya mencakup pelayanan di tingkat kelurahan, Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Camat, lingkungan hidup, pariwisata, hingga pembangunan kawasan permukiman.
Arief merupakan putra daerah Kota Batu yang tumbuh dan berkarier di lingkungan birokrasi setempat. Kariernya berkembang dari bawah, dimulai dari pelayanan di tingkat kelurahan, kemudian dipercaya menjabat sebagai Sekcam dan Camat. Pengalaman tersebut menjadi modal penting yang membentuk pemahamannya terhadap kebutuhan masyarakat serta dinamika pembangunan daerah, mulai dari tingkat akar rumput hingga pengambilan kebijakan strategis.
Salah satu jabatan yang pernah diemban Arief adalah Lurah Sisir, wilayah yang dikenal sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat aktivitas ekonomi Kota Batu. Saat menjabat Lurah Sisir pada 2004, Arief rela menggadaikan Surat Keputusan (SK) pegawai demi memperoleh biaya pembangunan Kantor Kelurahan Sisir dan Gedung Pertemuan Graha Wangsa secara swadaya.
Langkah tersebut menjadi salah satu catatan pengabdian yang menunjukkan komitmen kuat terhadap pembangunan fasilitas publik di tengah keterbatasan anggaran.
Jejak inovasi Arief juga terlihat dari berbagai capaian yang berhasil ditorehkan. Pada 2014, ia memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui pembuatan 100 ribu botol jus wortel sebagai upaya promosi potensi pertanian Kota Batu.
Kariernya kemudian terus berkembang hingga dipercaya memimpin sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pada 2020, Arief mendapat amanah sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu.
Di bawah kepemimpinannya, berbagai program promosi destinasi wisata dan penguatan ekonomi kreatif digencarkan. Kolaborasi dengan pelaku usaha wisata, komunitas kreatif, dan pemangku kepentingan menjadi strategi utama dalam meningkatkan daya tarik Kota Batu sebagai destinasi unggulan Jawa Timur.
Tahun 2023, Arief kembali mencatatkan prestasi dengan memecahkan rekor MURI kedua melalui pembuatan apel strudel terpanjang di Indonesia dalam event Batu Street Food Festival.
Pada 2024, ia berhasil meluncurkan 24 desa dan kelurahan wisata, dengan peningkatan status dari desa wisata rintisan menjadi 20 desa wisata maju dan empat desa wisata mandiri.
Sejumlah agenda promosi daerah seperti Batu Tourism Award, Expo Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusantara, festival budaya, hingga pertunjukan seni dan musik terus didorong untuk memperkuat citra Kota Batu sebagai kota wisata unggulan.
Salah satu capaian penting lainnya adalah keberhasilannya membawa kesenian bantengan, jaran kepang, dan sandukan memperoleh sertifikat nasional sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
Tidak hanya berpengalaman di sektor pariwisata, Arief juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu. Jabatan tersebut memberinya pengalaman dalam pengelolaan sampah, konservasi lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan.
Pada Februari 2025, Arief kembali dipercaya memimpin Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu melalui rotasi jabatan.
Sebagai Kepala Disperkim, ia bertanggung jawab atas pembangunan kawasan permukiman, penyediaan infrastruktur dasar perumahan, penataan lingkungan, serta peningkatan kualitas sarana dan prasarana masyarakat.
Selama menjabat, Arief aktif menyempurnakan regulasi sektor perumahan, memperkuat pengawasan pengembang, serta mempercepat pembangunan infrastruktur dasar seperti jaringan air bersih, drainase, dan fasilitas umum.
Ia juga mencatat capaian penting dengan berhasil melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) hingga lebih dari 100 persen pada 2025, sebuah capaian yang disebut pertama kali dalam sejarah Kota Batu.
Selain rekam jejak birokrasi, laporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam seleksi Sekda Kota Batu.
Berdasarkan data LHKPN terbaru, Arief AS Siddiq tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp3.444.686.967 tanpa memiliki catatan utang. Aset terbesar berupa tanah dan bangunan senilai Rp3.024.962.000 yang terdiri dari dua bidang properti di wilayah Kota Batu.
Selain itu, ia memiliki kendaraan senilai Rp289 juta, terdiri dari Honda Brio Satya tahun 2019 dan Mitsubishi Xpander tahun 2019. Harta bergerak lainnya tercatat Rp72 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp58,7 juta.
Dengan pengalaman lintas sektor, mulai dari pelayanan di kelurahan, Sekcam, Camat, lingkungan hidup, pariwisata, hingga pembangunan kawasan permukiman, serta rekam jejak kepemimpinan di berbagai OPD strategis, Arief AS Siddiq menjadi salah satu kandidat kuat Sekretaris Daerah Kota Batu.
Tahapan akhir seleksi akan menjadi penentu bagi putra daerah yang telah mengabdi lebih dari tiga dekade tersebut untuk menduduki jabatan birokrasi tertinggi di lingkungan Pemerintah Kota Batu. ( Eno)






