Di Bawah Cahaya Tiga Pahlawan: PKB Batu Menyulam Ulang Janji Pengabdian

1001604600-1536x865

Batu | Serulingmedia.com – Tasyakuran yang digelar Fraksi PKB DPRD Kota Batu menjadi ruang kontemplasi yang sarat makna atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada tiga tokoh agung Jawa Timur: Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Marsinah.

Bertempat di ruang kerja Ketua DPRD Kota Batu, Jumat (14/11/2025), acara ini bukan sekadar seremonial syukur, tetapi sebuah perenungan mendalam atas warisan perjuangan yang ditinggalkan para tokoh tersebut bagi bangsa dan bagi arah perjuangan politik kebangsaan hari ini.

Ketua DPRD Kota Batu, Didik Subiyanto SH, yang juga anggota Fraksi PKB, menegaskan bahwa penganugerahan tiga tokoh tersebut sebagai Pahlawan Nasional merupakan keputusan yang tepat dan berkeadilan.

Didik menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas ketepatan sasaran penganugerahan, sekaligus menegaskan bahwa ketokohan mereka bukan hanya milik sejarah, melainkan suluh perjuangan yang terus menyala hingga kini.

“Semangat keilmuan, kepemimpinan, dan perjuangan mereka relevan di setiap zaman. Ini keputusan yang sangat tepat sasaran,” tegas Didik.

Tasyakuran berlangsung khidmat, diawali doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur.

Hadir seluruh anggota Fraksi PKB serta perwakilan dari fraksi lain, seperti Khamim Thohari (PDIP) dan Arta Wijaya (Gerindra).

Kehadiran lintas fraksi ini menegaskan bahwa nilai perjuangan tiga pahlawan tersebut telah menjadi milik bersama, melampaui sekat partai maupun identitas politik.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Batu, M Hasan Abdillah, memaparkan secara tegas bahwa ketiga pahlawan yang dikukuhkan pada 10 November itu memiliki ikatan spiritual dan historis dengan DNA perjuangan PKB.

“Dari sepuluh pahlawan yang ditetapkan, tiga tokoh ini sangat dekat dengan sanad keilmuan, spiritualitas, dan garis perjuangan PKB. Keilmuan Syaikhona Kholil, gagasan pluralisme Gus Dur, hingga keberanian Marsinah adalah kompas moral bagi kami,” ungkapnya.

Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan disebut sebagai Mahaguru para ulama Nusantara, fondasi bagi tradisi pesantren dan sumber keilmuan para kiai yang kemudian melahirkan peradaban keislaman khas Indonesia.

Gus Dur, pendiri sekaligus guru bangsa, menjadi simbol pluralisme, kebebasan berpikir, serta pembela hak-hak kemanusiaan.

Sementara Marsinah, aktivis buruh yang gugur tahun 1993, menjadi ikon keberanian perempuan dalam memperjuangkan keadilan dan hak kaum pekerja.

Melalui tasyakuran ini, Fraksi PKB DPRD Batu membangun ruang refleksi yang meneguhkan kembali arah perjuangan politik mereka.

Bahwa politik bukan sekadar kontestasi, tetapi jalan pengabdian untuk menjaga kemanusiaan, membela kaum lemah, merawat keberagaman, dan memperkuat tradisi keilmuan yang diwariskan para ulama.

Kehadiran perwakilan fraksi lain kian menegaskan bahwa gelar Pahlawan Nasional bagi tiga tokoh legendaris ini merupakan kebanggaan publik Jawa Timur dan Indonesia secara keseluruhan.

Mereka adalah teladan lintas zaman—sosok yang melampaui batas politik, budaya, dan profesi—serta inspirasi bagi generasi hari ini untuk terus melanjutkan perjuangan dalam wujud nyata: keberpihakan pada rakyat.

Tasyakuran Fraksi PKB DPRD Batu ini bukan hanya sebagai bentuk syukur, melainkan momentum peneguhan komitmen.

Komitmen untuk merawat nilai, melanjutkan perjuangan, dan menjaga nyala api kebangsaan yang telah dititipkan oleh tiga pahlawan yang kini namanya diabadikan dalam sejarah bangsa. ( Eno).