Dekan Humaniora UIN Malang Dorong Kurikulum Adaptif dan Transformasi Cara Mengajar Dosen

Pemitakhiran-Kurikulum-3

Malang | Serulingmedia.com – Dekan Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., menegaskan pentingnya penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan zaman sekaligus perubahan cara mengajar dosen agar lebih berorientasi pada karakter dan kebutuhan mahasiswa masa kini.

Penegasan tersebut disampaikan Prof. Faisol saat memberikan arahan dalam Koordinasi Awal Tim Pemutakhiran Kurikulum yang digelar pada Rabu, (17/12/2025), bertempat di Ruang Dekanat Fakultas Humaniora UIN Malang.

Dalam arahannya, Prof. Faisol menyampaikan bahwa tantangan utama dalam penyusunan kurikulum tidak hanya sebatas pemenuhan regulasi formal, tetapi juga menyangkut kemampuan dosen mengelola subjektivitas akademik, dinamika perkembangan keilmuan, serta tuntutan kebutuhan pasar dan masyarakat.

“Tantangan membuat kurikulum adalah subjektivitas sebagai dosen, tantangan keilmuan yang terus berubah, serta kebutuhan pasar. Kurikulum tidak boleh disusun hanya berdasarkan kenyamanan pengajar, tetapi harus menjawab realitas yang dihadapi lulusan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kompleksitas pembelajaran saat ini semakin meningkat seiring perubahan karakter generasi mahasiswa.

Menurutnya, dosen kini berhadapan dengan generasi yang memiliki pola pikir, gaya belajar, dan karakter yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

“Kita mengajar saat ini adalah generasi zaman sekarang, bukan generasi zaman kita. Karena itu, cara mengajar pun harus berubah. Dosen perlu senantiasa menyesuaikan pendekatan, metode, dan pola interaksi agar pembelajaran benar-benar bermakna bagi mahasiswa,” ujarnya.

Prof. Faisol menjelaskan, orientasi pembelajaran di era kontemporer harus bergeser dari sekadar transfer materi menuju proses pendampingan belajar yang mampu mendorong mahasiswa berpikir kritis, adaptif, kolaboratif, serta siap menghadapi tantangan global.

Kurikulum yang adaptif, lanjutnya, harus diiringi dengan praktik pembelajaran yang kontekstual, partisipatif, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa serta realitas dunia kerja dan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, pemutakhiran kurikulum dinilai sebagai momentum refleksi bersama bagi para dosen untuk menata ulang peran dan strategi pembelajaran di kelas.

“Ini adalah tantangan kita bersama sebagai pendidik. Kita tidak cukup hanya memperbarui dokumen kurikulum, tetapi juga harus memperbarui cara berpikir dan cara mengajar,” tambahnya.

Di akhir arahannya, Prof. Faisol berharap seluruh Tim Pemutakhiran Kurikulum dapat bekerja secara kolaboratif dan saling melengkapi demi terwujudnya kurikulum Fakultas Humaniora yang unggul, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Mari kita saling bekerja sama, saling melengkapi, membangun kolaborasi, dan bersinergi untuk memajukan Fakultas Humaniora,” pungkasnya.

Kegiatan koordinasi awal ini dihadiri oleh pimpinan fakultas serta seluruh Tim Pemutakhiran Kurikulum Unit Pengelola Program Studi (UPPS) sebagai langkah awal penyusunan kurikulum yang berorientasi pada mahasiswa dan selaras dengan tantangan global. ( Eno).