Dekan Fakultas Humaniora UIN Malang Terima Kunjungan Penulis Asal Mesir
Malang | Serulingmedia.com – Dekan Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., menerima kunjungan penulis asal Mesir, Hajar Yahya Abdul Fattah, di ruang Dekanat Fakultas Humaniora, Rabu (7/1/2026).
Hajar Yahya Abdul Fattah datang ke Fakultas Humaniora UIN Malang didampingi dosen tamu asal Libya, Dr. Sulaiman Al-Libby, untuk menyampaikan apresiasi atas dukungan akademik Prof. Faisol terhadap karya sastra terbarunya yang ditulis selama menetap di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Hajar Yahya Abdul Fattah meminta Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., untuk menuliskan kata pengantar pada novel berjudul Wa’d ‘Inda Bāb al-Jannah (Janji di Pintu Surga).
Novel tersebut mengangkat kisah nyata persahabatan dua tokoh, Omnia dan Hajar, yang menghadapi ujian penyakit dan kehilangan.
Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., menyampaikan apresiasi terhadap novel karya Hajar dan menilai karya tersebut memiliki kedalaman makna kemanusiaan dan spiritual.
Menurutnya, sastra Arab kontemporer memiliki peran penting sebagai medium refleksi nilai-nilai kemanusiaan lintas budaya.
“Sastra tidak hanya menyajikan keindahan bahasa, tetapi juga menghadirkan pengalaman batin manusia yang paling jujur, terutama tentang penderitaan, kesetiaan, dan iman,” ujar Prof. Faisol.
Lebih lanjut, Prof. Faisol menegaskan bahwa Fakultas Humaniora UIN Malang membuka ruang dialog lintas bangsa melalui kajian bahasa, sastra, dan budaya.
Ia menyatakan bahwa kehadiran penulis internasional dapat memperluas wawasan akademik mahasiswa.
Sebagai tindak lanjut dari kunjungan tersebut, Hajar Yahya Abdul Fattah merencanakan kegiatan Bedah Buku di lingkungan Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Februari 2026 mendatang.
Kegiatan tersebut ditujukan untuk mengajak mahasiswa mengkaji hubungan antara sastra, iman, dan pengalaman kemanusiaan.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperkuat jejaring akademik internasional serta menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan humaniora yang inklusif dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.( Eno).






