Humaniora UIN Malang Matangkan Kurikulum Baru BSA dan Sastra Inggris, Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

WhatsApp-Image-2025-12-12-at-2.00.07-PM-1536x1152

Malang | Serulingmedia.com – Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat kualitas akademiknya melalui penyelenggaraan Rapat Pemutakhiran Kurikulum untuk Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) serta Sastra Inggris.

Rapat strategis ini digelar pada Jumat (12/12/2025) di ruang Dekanat, menghadirkan pimpinan fakultas, ketua dan sekretaris program studi, serta para pengampu kurikulum.

Kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam memastikan kurikulum kedua prodi semakin relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan industri kreatif dan bahasa, serta tuntutan standar akreditasi nasional maupun internasional.

Pada sesi pembukaan, Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M. Faisol, menegaskan bahwa pemutakhiran kurikulum harus menjadi proses yang visioner dan berorientasi pada masa depan.

“Pemutakhiran kurikulum bukan sekadar menambah atau mengurangi mata kuliah, tetapi memastikan adanya kesinambungan antara capaian pembelajaran, kebutuhan lapangan kerja, dan perkembangan keilmuan terbaru,” ujarnya.

Ketua Prodi BSA, Dr. Abdul Basid, dalam paparannya menyampaikan beberapa tahapan penting yang harus dipersiapkan, mulai dari evaluasi struktur kurikulum, pelibatan pakar, hingga koordinasi dengan stakeholder eksternal.

“Setiap langkah krusial ini akan memastikan kurikulum baru benar-benar komprehensif dan adaptif,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Prodi Sastra Inggris, Dr. Agwin Degaf, menekankan pentingnya pelibatan mahasiswa dan alumni dalam proses penyusunan.

“Mereka memiliki pengalaman empiris yang dapat menjadi bahan pertimbangan berharga. Masukan mereka harus kita dengarkan,” jelasnya.

Rapat berlangsung dinamis dengan berbagai saran konstruktif dari peserta. Fokus utama pembahasan mengerucut pada pembentukan Tim Pemutakhiran Kurikulum yang akan bekerja secara kolaboratif dan melibatkan unsur dosen, mahasiswa, alumni, hingga mitra eksternal.

Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Halimi, menutup rapat dengan penegasan bahwa tim yang dibentuk harus memiliki komitmen kuat dan arah kerja yang jelas.

“Tim ini harus solid agar mampu mengawal proses pemutakhiran kurikulum hingga rampung dan memberikan hasil terbaik bagi kemajuan fakultas,” ujarnya.

Dengan dimulainya proses pemutakhiran ini, Fakultas Humaniora berharap dapat melahirkan kurikulum yang lebih modern, responsif, dan mampu mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.( Eno).