Persemakmuran Eks IAIN Sunan Ampel Surabaya Satukan Visi: PTKIN Menuju Era Unggul, Inklusif, dan Berdaya Saing Global

Screenshot_2025-11-12-06-21-02-301_com.android.chrome-edit

Samarinda | Serulingmedia.com – Raut wajah penuh semangat terpancar dari para rektor dan akademisi yang berkumpul di ruang pertemuan Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Jumat (7/11/2025).

Suasana hangat dan penuh keakraban itu bukan sekadar temu nostalgia antar-kampus, melainkan momen penting untuk meneguhkan arah baru pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

Di tengah derasnya arus perubahan global, para pimpinan perguruan tinggi tersebut bersatu dalam semangat memperkuat sinergi dan kolaborasi melalui Focus Group Discussion (FGD) Persemakmuran Eks IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Kegiatan ini mempertemukan para rektor dan wakil rektor dari sembilan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang tersebar di Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Lombok.

FGD kali ini dipandu oleh Prof. Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd., Direktur Pascasarjana UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi juga wadah strategis untuk memperkuat arah pengembangan PTKIN ke depan.

“Kita ingin memastikan PTKIN tetap relevan, unggul, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” ujar Prof. Ilyasin.

Hadir pula Prof. H. Sahiron Syamsuddin, M.A., Ph.D., Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, yang secara resmi membuka kegiatan dan memberikan arahan strategis kepada para pimpinan PTKIN.

Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan nasional Kementerian Agama dan strategi pengembangan PTKIN di masing-masing daerah.

“PTKIN harus menjadi pusat keilmuan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga melahirkan lulusan yang berintegritas dan berdaya saing global,” tegas Prof. Sahiron.

“Kementerian Agama siap mendukung penguatan tata kelola, inovasi kurikulum, dan kolaborasi riset di lingkungan PTKIN,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung penuh antusias ini juga menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka.


Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si., Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, menyoroti tantangan akreditasi dan pentingnya pembelajaran berbasis Work Based Learning serta Outcome Based Education (OBE).

“PTKIN harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan dunia kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Moh. Mukri, M.Ag., menekankan pentingnya keseimbangan antara hard skills dan soft skills dalam pendidikan Islam.

“Kita harus melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kuat secara spiritual,” katanya.

Prof. Dr. H. Babun Suharto, M.M. juga menyoroti pentingnya kepemimpinan visioner di lingkungan PTKIN.

“Pemimpin kampus harus visioner, bekerja keras dan cerdas, serta mampu membangun tim yang solid dan kompak,” pesannya.

Turut memberikan perspektif inspiratif, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.A., Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2021–2025, yang mengangkat konsep pendidikan berbasis cinta — cinta kepada Tuhan, Rasul, sesama manusia, alam, dan tanah air.

“Kalau pendidikan didasari cinta, maka karakter dan peradaban yang lahir akan penuh kasih dan manfaat,” ungkapnya.

Sebelum kegiatan FGD ini, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., telah menggelar FGD internal bersama para Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, dan Kepala Biro untuk mengevaluasi capaian kinerja 100 hari pertama.

Dalam kesempatan terpisah, UIN Malang juga melakukan kunjungan kerja ke Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan diterima langsung oleh Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita IKN, guna membahas potensi kerja sama dan penandatanganan MoU antara kedua pihak.

Tak hanya itu, UIN Malang tengah mempersiapkan peresmian Gedung Ar-Rahim di Kampus 3, yang rencananya akan diresmikan langsung oleh Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto.

Acara peresmian tersebut akan diawali dengan Halaqah Akbar yang dihadiri sekitar 200 kiai dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur, sebagai wujud sinergi keilmuan dan spiritualitas dalam pembangunan peradaban Islam moderat.

Sebagai penutup kegiatan, Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., menyerahkan cinderamata kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas kontribusi mereka dalam memperkaya gagasan pengembangan PTKIN.
Ia berharap hasil dari FGD ini menjadi pijakan penting bagi penguatan kelembagaan dan peningkatan mutu akademik di seluruh PTKIN di Indonesia.

“FGD ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi ruang kebersamaan untuk merancang masa depan pendidikan tinggi Islam yang unggul, inklusif, dan berdaya saing global,” pungkas Prof. Sahiron di akhir acara.

Rangkaian kegiatan FGD Persemakmuran Eks IAIN Sunan Ampel Surabaya ini akan berlangsung hingga Ahad (9/11/2025), dengan pembahasan lanjutan terkait strategi penguatan kelembagaan, inovasi kurikulum, dan peluang kolaborasi riset serta pengabdian masyarakat antar-PTKIN. ( Eno) .