Workshop Nasional “Terapi Nutrisi Asli Indonesia” di Batu: Menghidupkan Kembali Pengobatan Berbasis Alam
Batu | Serulingmedia.com – Di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap pengobatan modern, sebuah ruang refleksi terhadap kekayaan alam kembali dihadirkan melalui Workshop Nasional Sehari bertema “Terapi Nutrisi Asli Indonesia: Makanan Penyembuh Alami Herbal 100 Persen Natural”.
Kegiatan ini digelar di Pondok Tahfidz Masjid Putih Darrussolikhin, Temas, Kota Batu, Minggu (14/6/2026).
Workshop yang diikuti sebanyak 27 peserta ini tidak hanya menghadirkan paparan teori, tetapi juga praktik langsung di Griya Terapi Tani.
Kegiatan ini mengusung semangat “muda kembali dengan terapi enzim”, sebuah pendekatan yang menekankan pemanfaatan bahan alami dalam kondisi segar (tanaman basah) untuk mengoptimalkan kandungan enzim dan manfaat biologisnya.
Ketua panitia sekaligus Ketua ASPETRI (Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia), Haji Abd. Kholiq, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kebutuhan untuk memperluas wawasan masyarakat tentang potensi pengobatan berbasis alam, khususnya yang selama ini belum banyak dieksplorasi.

Menurutnya, selama ini praktik pengobatan tradisional lebih banyak menggunakan simplisia atau tanaman kering yang diolah menjadi jamu rebusan.
Namun dalam workshop ini dikenalkan pendekatan berbeda, yakni penggunaan tanaman segar seperti sayur dan buah tanpa proses pemasakan.
“Selama ini ASPETRI lebih banyak menggunakan tanaman kering. Tapi kali ini kita belajar dari Pak Parno yang ahli di bidang tanaman basah.
Daun-daunan yang masih segar ini tidak dimasak, sehingga enzim alaminya tetap hidup dan bisa membantu meningkatkan fungsi tubuh,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa respons masyarakat terhadap pengobatan herbal sangat beragam. Ada yang antusias, namun ada pula yang masih menganggapnya sebagai pilihan terakhir setelah pengobatan medis tidak memberikan hasil.
“Padahal menurut saya, pengobatan herbal bukan sekadar alternatif. Justru ini harusnya menjadi bagian utama, karena sudah ada sebelum medis modern hadir. Dan efek sampingnya juga jauh lebih minim,” tambahnya.
Materi utama disampaikan oleh Ir. Parno Muttaqien, Direktur Griya Terapi Tani Batu, yang menekankan bahwa obat herbal merupakan produk alami dari tanaman yang telah digunakan secara turun-temurun dalam pengobatan tradisional.
“Obat herbal adalah berbagai produk yang berasal dari tanaman atau bagian tanaman yang digunakan untuk tujuan pengobatan,” jelasnya.

Ia membedakan secara tegas antara obat herbal dan obat sintetis yang diproduksi di laboratorium. Menurutnya, kekuatan alam telah menyediakan sistem penyembuhan yang lengkap bagi manusia.
“Orang sakit itu mahal, orang sakit itu menyusahkan. Alam semesta sudah menyediakan kesehatan yang sesungguhnya,” ujarnya dalam pemaparan.
Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah dr. Ester Paulina, Dipl. CIBTAC, seorang ahli kecantikan dari Sidoarjo. CIBTAC sendiri merupakan sertifikasi internasional di bidang kecantikan dan estetika yang diakui secara global.

Ia mengaku tertarik mengikuti workshop ini karena pengalaman pribadinya dalam penggunaan bahan alami, khususnya tanaman pegagan (Centella asiatica).
“Harapan saya bukan sekadar harapan, karena saya sudah pernah mencoba. Pegagan itu saya gunakan sebagai salep, dan hasilnya membantu pada beberapa kasus kulit seperti stretch mark,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pendekatan berbasis alam bukan sekadar teori, tetapi sudah ia praktikkan dalam pelayanan kepada pasien.
Menurutnya, potensi tanaman herbal masih sangat besar untuk dikembangkan lebih dalam dalam dunia kesehatan dan estetika.
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara praktisi pengobatan tradisional, akademisi, hingga tenaga medis yang memiliki ketertarikan pada terapi alami.
Lebih dari sekadar workshop, kegiatan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kembali pada alam sebagai sumber kesehatan.
Dengan semangat kolaborasi antara pengetahuan tradisional dan pengalaman modern, workshop ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat posisi pengobatan herbal Indonesia sebagai bagian penting dari sistem kesehatan holistik di masa depan.( Eno).






