Warga Dusun Sabrang Bendo Giripurno dan Yayasan Al Hikmah Sepakat Atasi Krisis Air
Batu | Serulingmedia.com – Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, menjadi perhatian publik setelah berhasil memfasilitasi penyelesaian persoalan kesulitan air yang melanda warga RW 7 dan RW 8 Dusun Sabrangbendo.
Rapat mediasi antara warga dan Yayasan Pendidikan Al-Hikmah digelar di ruang rapat desa pada Jumat sore (12/9/2025), dipimpin langsung Kepala Desa Giripurno, Suntoro.
Pertemuan yang dihadiri Muspika Bumiaji serta perwakilan warga terdampak berjalan kondusif dan menghasilkan sejumlah kesepakatan penting.
Warga meminta Sumber Mata Air Samin dikembalikan untuk mengaliri sawah mereka, serta menjamin akses jalan menuju sumber tersebut sebagaimana perjanjian pada tahun 2022.
Selain itu, masyarakat juga menekankan agar tidak ada pembangunan fisik dalam radius 200 meter dari mata air, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019.

Sementara itu, Yayasan Al-Hikmah berkomitmen melestarikan sumber air dengan membangun sumur resapan di area Sumber Samin.
Forum juga menunjuk tiga perwakilan warga—Muslikin, Wito, dan Nur Kholis—untuk bersama pihak yayasan merancang pengelolaan sumber air Samin dan Rebun ke depan.
“Semoga pertemuan ini bisa menemukan solusi tanpa perlu saling menyalahkan,” ujar Suntoro dalam rapat tersebut.
Perwakilan Yayasan Al-Hikmah, M. Faiz, menegaskan bahwa segala hasil mediasi akan disampaikan ke pengurus yayasan.
“Saya akan konsultasi dulu, karena saya di sini hanya perwakilan yayasan. Tapi kami berkomitmen, insya Allah apa yang dibutuhkan warga terkait sumber air akan kami penuhi,” tandasnya.
Camat Bumiaji, Thomas Maydo, turut mengapresiasi keberhasilan mediasi ini. Ia menilai warga menunjukkan kedewasaan dalam berpikir dan bertindak.
“Kami harap semua pihak berkomitmen untuk menjalankan kesepakatan bersama ini, sehingga tidak ada yang dirugikan. Yang penting masyarakat bisa terpenuhi kebutuhan air untuk irigasi,” tegasnya.
Dari pihak warga, Ketua RW 8 Muslikin Handako menyebut sebanyak 60 petani terdampak langsung oleh kesulitan air. Menurutnya, sebelum adanya pembangunan gedung Yayasan Pendidikan Al-Hikmah, petani tidak pernah mengalami kekurangan air.
Selain warga, rapat juga dihadiri tokoh budaya Robiyan, Kapolsek Bumiaji AKP Anton Widodo, dan Komandan Koramil Bumiaji Kapten cpl. Supratikno.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini memperlihatkan pentingnya persoalan air sebagai kebutuhan mendasar yang harus dijaga bersama.
Dengan tercapainya mufakat, Desa Giripurno tampil sebagai contoh desa yang mampu menghadirkan dialog sehat antara warga, pemerintah, dan lembaga pendidikan.
Kesepakatan ini diharapkan menjadi tonggak bagi pengelolaan sumber daya air yang adil, berkelanjutan, dan menyejahterakan masyarakat.( Eno).






