Walikota Batu Nurochman: Kota Batu Belum Masuk Level Rawan Narkoba, Namun Tetap Perlu Kewaspadaan
Batu | Serulingmedia.com – Walikota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa Kota Batu belum masuk dalam kategori daerah rawan narkoba, meski tetap memiliki potensi ancaman yang perlu diwaspadai.
Penegasan tersebut disampaikan usai mengikuti pemusnahan barang bukti narkoba bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu di TPA Tlekung, Selasa (18/11/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Kejari Batu memusnahkan barang bukti perkara yang telah berkekuatan hukum tetap sejak November 2024 hingga Juni 2025.
Barang bukti tersebut terdiri dari narkotika, obat-obatan terlarang, serta pelanggaran cukai.
Adapun rinciannya sebagai berikut:
Barang Bukti Narkoba yang Dimusnahkan
Tahap 1 (2025)
Ganja: 397,01 gram
Sabu: 1.160 gram
Pil Double L: 62.179 butir
Tahap 2 (2025)
Ganja: 848 gram
Sabu: 433 gram + 60,077 gram
Pil Double L: 4.232 butir
Selain narkoba, Kejari Batu juga memusnahkan 231.400 batang rokok ilegal tanpa pita cukai, setara 11.570 bungkus BKSHC jenis SKM, dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp5–6 miliar.
Walikota: Kolaborasi dan Sosialisasi Jadi Kunci Pencegahan
Walikota Nurochman menyatakan bahwa angka-angka tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman narkoba tetap ada. Ia menilai pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan.
“Ya tentu menjadi satu kekhawatiran. Maka tadi saya sampaikan bahwa sinergi dan kolaborasi dengan Forkopimda dan aparat penegak hukum menjadi kebutuhan saat ini, agar kita bisa melakukan deteksi dini dan pencegahan-pencegahan,” ujarnya.
Walikota juga menyebut bahwa edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, harus terus digencarkan.
“Kita akan melakukan sosialisasi kepada para siswa melalui sekolah-sekolah dan komunitas-komunitas. Mereka harus tercerahkan tentang bahaya narkotika, baik dampak jangka pendek maupun jangka panjangnya, karena ini menyangkut masa depan anak-anak,” tegasnya.
BNN Siapkan Program Desa Bersinar
Nurochman menambahkan, koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) juga terus dilakukan.
Ia mengungkapkan bahwa BNN telah mengunjungi Kota Batu dan dalam waktu dekat akan melaunching Desa Bersinar (Bersih Narkoba) sebagai upaya menguatkan distribusi informasi di tingkat masyarakat.
“Bagaimana sebuah kawasan bisa betul-betul bebas narkoba. Ini tantangan bagi kami semua di Kota Batu,” katanya.
Harapan untuk Media
Pada kesempatan itu, Walikota Batu juga mengajak insan media berperan aktif mengedukasi publik.
“Saya berharap teman-teman media membantu menyampaikan informasi seperti ini. Tidak sekadar memberitakan kegiatan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya narkotika,” tuturnya.
Dengan berbagai langkah pencegahan tersebut, Pemerintah Kota Batu berharap upaya menjaga kota wisata ini tetap aman, sehat, dan jauh dari ancaman peredaran gelap narkoba dapat semakin kuat dan berkelanjutan.( Eno).






