UMI Tegaskan Arah Kampus Adaptif dan Efisien, Enam Pimpinan Fakultas dan Pascasarjana Resmi Dilantik

1251135_11zon

Makassar | Serulingmedia.com –Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali memperkuat komitmennya sebagai kampus ilmu dan ibadah, sekaligus kampus bereputasi dan berdampak, melalui pelantikan para dekan dan Direktur Pascasarjana periode 2026–2030 yang berlangsung khidmat di Auditorium Al Jibra Kampus 2 UMI, Senin (06/04/2026).

 

Pelantikan dilakukan langsung oleh Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib SH., MH, dengan enam pejabat resmi menduduki posisi strategis, yakni:

  1. Dekan Fakultas Agama Islam (FAI): Dr. Akhmad Syahid, M.Pd
  2. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB): Dr. H. Muhammad Syafi’i A. Basalamah, SE., MM
  3. Dekan Fakultas Teknik (FT): Prof. Dr. Ir. Hj. St. Maryam H., M.T
  4. Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI): Prof. Dr. Ir. Andi Suryanto, ST., MT., IPM., ASEAN Eng.
  5. Dekan Fakultas Kedokteran (FK): Dr. dr. Nasrudin Andi Mappaware, Sp.OG(K)., Subsp.Obginsos., MARS., M.Sc., FISQua., AIFO-K.
  6. Direktur Pascasarjana: Prof. Dr. H. Laode Husen, SH., M.Hum

 

Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa jabatan bukanlah kehormatan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan hingga di hadapan Allah SWT.

“UMI tidak butuh orang hebat yang ingin dilihat. UMI butuh orang ikhlas yang siap bekerja,” tegasnya.

Prof. Hambali juga menyoroti situasi global yang penuh ketidakpastian—geopolitik, ekonomi, hingga percepatan teknologi—sehingga pimpinan kampus harus mampu membaca zaman dan bergerak cepat, adaptif, serta terukur.

Ia menegaskan bahwa UMI akan terus memperkuat pola kerja efisien, adaptif, dan berbasis digital, selaras dengan kebijakan nasional.

“Bekerja bukan sekadar hadir secara fisik, tetapi menghadirkan manfaat, keberkahan, dan ketuntasan layanan.” tandasnya.

Rektor menambahkan bahwa efisiensi harus menjadi budaya kerja baru UMI.
“Efisiensi harus menjadi budaya, digitalisasi menjadi sistem, dan kesederhanaan menjadi jalan hidup.” tambahnya.

Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramly SE., M.Si, menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan kesinambungan amanah wakaf yang harus dijaga penuh integritas.

“UMI dibangun bukan untuk kepentingan sesaat, tetapi untuk peradaban,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar MA, meminta seluruh pimpinan baru menjaga tata kelola kampus yang tertib, efisien, dan fokus pada pelayanan.

“Setiap program harus berjalan sistematis, efektif, efisien, dan berdampak langsung bagi mahasiswa dan masyarakat.” jelasnya.

Pelantikan ini turut memperkuat komitmen UMI dalam mengimplementasikan Catur Dharma Perguruan Tinggi, mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta komitmen Ke-UMI-an dan pendidikan karakter.

Di akhir acara, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk merawat amanah besar ini dengan kebersamaan, keikhlasan, dan tanggung jawab. ( Yah/Eno)