UMI Makassar Tegaskan Transformasi Digital dan Penguatan Peradaban pada Milad ke-72

ULANG TAHUN_11zon

Makassar I Serulingmedia.com – Peringatan Milad ke-72 Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen menghadapi percepatan perubahan zaman, Selasa (23/6/2026), di Auditorium Al-Jibra Kampus Urip Sumoharjo Makassar.

Rektor UMI Makassar, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH, MH, menyampaikan dua amanah utama dari Yayasan Wakaf UMI, yakni penguatan sistem kaderisasi pemimpin berbasis digital serta percepatan transformasi digital kampus yang ditargetkan rampung pada kuartal I 2028.

“Amanah ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang akan kami jalankan bersama seluruh civitas akademika,” ujarnya.

Ia menegaskan, UMI telah menyiapkan master plan digital 2025–2029 melalui program UMI Connection yang mengintegrasikan seluruh sistem akademik, keuangan, kemahasiswaan, penelitian, hingga alumni untuk mendukung konsep smart campus berbasis data dan kinerja.

Rektor juga menyoroti penguatan tata kelola dan budaya kerja berbasis nilai keislaman, termasuk penerapan absensi berbasis ibadah serta larangan gratifikasi sebagai bagian dari pembentukan karakter civitas akademika.

Saat ini, UMI memiliki 27.264 mahasiswa, 1.035 dosen aktif, 117 guru besar, serta 142.199 alumni. Di bidang riset, UMI mencatat 1.457 publikasi Scopus, 39 jurnal terakreditasi Sinta, serta berbagai capaian hak kekayaan intelektual dan inovasi.

Sementara itu, Dirjen Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum RI, Dr. Widodo, menekankan peran perguruan tinggi dalam memperluas akses keadilan dan literasi hukum masyarakat, termasuk bagi kelompok rentan dan pelaku UMKM melalui inovasi layanan berbasis digital.

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Dr. Andi Lukman, menilai UMI sebagai salah satu perguruan tinggi swasta termaju di Indonesia Timur dengan 117 guru besar dan capaian akreditasi unggul yang berhasil dipertahankan untuk kedua kalinya.

Milad ke-72 ini menegaskan posisi UMI Makassar tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ilmu, inovasi, dan peradaban berbasis nilai Islam. ( Yah/Eno)