Fakultas Psikologi UIN Malang Perkuat Kepemimpinan Keilmuan Nasional, Dorong Transformasi Psikologi Islam di PTKI
admin Agustus 7, 2026
Banjarmasin | Serulingmedia.com – Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan perannya sebagai salah satu motor pengembangan keilmuan psikologi di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan aktif dalam Konsorsium Nasional Keilmuan Psikologi PTKI 2026 yang berlangsung di Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 6–9 Agustus 2026.
Mengusung tema “Transformasi Keilmuan Psikologi Islam untuk PTKI Unggul dan Berdampak”, forum nasional ini mempertemukan pengelola Program Studi S1 dan S2 Psikologi serta Psikologi Islam dari 28 PTKI di seluruh Indonesia. Konsorsium menjadi wadah strategis untuk merumuskan arah pengembangan psikologi Islam yang adaptif terhadap tantangan zaman sekaligus memperkuat identitas akademik setiap perguruan tinggi.
Delegasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Psikologi sekaligus Anggota Dewan Pakar K2P-PTKI periode 2025–2030, Prof. Dr. Hj. Siti Mahmudah, M.Si. Turut hadir Wakil Dekan I Dr. Muallifah, M.A., Ketua Program Studi S1 Psikologi Dr. Fina Hidayati, M.A., serta Sekretaris Program Studi S2 Psikologi Dr. Muh. Anwar Fu’ady, M.A.
Kehadiran jajaran pimpinan tersebut menegaskan komitmen Fakultas Psikologi UIN Malang dalam memperkuat kolaborasi akademik sekaligus berkontribusi terhadap penyusunan arah kebijakan pengembangan psikologi di lingkungan PTKI secara nasional.
Ketua K2P-PTKI, Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si., menegaskan bahwa partisipasi setiap perguruan tinggi dalam konsorsium merupakan bentuk nyata komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan psikologi Islam.
“Kehadiran peserta adalah wujud komitmen terhadap perkembangan PTKI. Saat ini Psikologi Islam sudah terakreditasi unggul di UIN Imam Bonjol Padang dan UIN Ar-Raniry. Setiap PTKI perlu mengunggulkan ciri khasnya masing-masing. Kami berharap program studi psikologi di PTKI mampu menjadi unggul dan kompetitif,” ujarnya.
Menurutnya, keunggulan PTKI tidak cukup hanya diukur dari capaian akreditasi, tetapi juga dari kemampuan mengembangkan kekhasan keilmuan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Sementara itu, Prof. Dr. Hj. Siti Mahmudah, M.Si. menilai konsorsium nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar-PTKI dalam membangun masa depan psikologi Islam di Indonesia.
“Konsorsium ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan menyatukan langkah dalam mengembangkan psikologi di PTKI yang unggul, relevan, dan berdampak. Setiap PTKI memiliki kekuatan dan kekhasan masing-masing. Tantangannya adalah bagaimana kekhasan tersebut dikembangkan menjadi keunggulan akademik yang memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengembangan psikologi di PTKI harus diarahkan pada integrasi antara ilmu psikologi modern, nilai-nilai Islam, kebutuhan masyarakat, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan pendekatan tersebut, psikologi Islam diharapkan mampu menghasilkan lulusan, riset, serta layanan psikologis yang relevan dengan berbagai persoalan sosial yang terus berkembang.
“Fakultas Psikologi UIN Malang berkomitmen untuk terus memperkuat keilmuan psikologi, sekaligus mengembangkan riset dan pendidikan yang responsif terhadap perubahan zaman. Kami ingin memastikan bahwa keunggulan akademik berjalan bersama dengan kebermanfaatan sosial,” tambahnya.
Partisipasi aktif Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam Konsorsium Nasional Keilmuan Psikologi PTKI 2026 sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai salah satu penggerak utama pengembangan psikologi Islam di Indonesia. Dukungan penuh terhadap forum ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik, meningkatkan kolaborasi antar-PTKI, serta memperkuat kontribusi dalam merumuskan arah pengembangan keilmuan psikologi yang unggul, kompetitif, dan berdampak bagi masyarakat. ( Eno)






