UIN Maliki Malang Teken MoU dengan Muslim Institute Pakistan, Perkuat Moderasi Beragama

Screenshot_20241022-123953_Gallery

 

Malang | Serulingmedia.com – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Muslim Institute, sebuah organisasi nirlaba berbasis di Islamabad, Pakistan. Acara berlangsung di Kampus Pascasarjana UIN Malang pada Senin pagi (21/10/2024).

Dalam keterangan tertulis, Humas UIN Malang menjelaskan bahwa penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh Rahmat Hindiarta Kusuma, Kuasa Usaha Sementara/Plt. Duta Besar RI Islamabad, Sahibzada Sultan Ahmad Ali, Chairman Muslim Institute, dan Mr. Asif Tanveer Awan selaku Public Relations dari Muslim Institute.

Sahibzada Sultan Ahmad Ali dalam sambutannya mengajak UIN Maliki untuk bersama-sama memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di Nusantara melalui kolaborasi antar lembaga.

“Ini menjadi kontribusi positif terhadap posisi strategis bagi Indonesia, khususnya sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia,” ungkapnya.

Muslim Institute menganggap UIN Maliki sebagai perguruan tinggi Islam di Indonesia yang berhasil mengintegrasikan ajaran Islam dan sains, sehingga memiliki keunikan dalam menghasilkan lulusan yang berwawasan keislaman yang mendalam.

Pertemuan ini turut didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Islamabad, yang menjadi penghubung antara Muslim Institute dan UIN Maliki. KBRI Islamabad melihat pentingnya memperkuat peran Indonesia dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang positif di dunia internasional.

Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA., menyambut baik kerja sama ini. “Kami mendukung kolaborasi ini, karena di era digital dan modern seperti sekarang, kerja sama antar lembaga sangat penting untuk mencapai kesuksesan bersama,” ujar Prof. Zain, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Rektor berharap kolaborasi ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi Indonesia, khususnya dalam memperkuat perdamaian dunia melalui berbagai forum internasional.

MoU ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama lebih lanjut dalam pengembangan pendidikan Islam, penelitian, dan penguatan moderasi beragama.( Eno ).