UIN Maliki Hadirkan Dua Pakar dari UIN Raden Mas Said Surakarta dalam Kuliah Tamu Metodologi Penelitian Sastra Arab
Malang | Serulingmedia.com – UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya akademik melalui kegiatan kolaboratif lintas kampus.
Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora menghadirkan dua pakar dari UIN Raden Mas Said Surakarta dalam Kuliah Tamu Metodologi Penelitian Sastra Arab yang digelar pada Jumat (21/11/2025).
Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya peningkatan kemampuan metodologis mahasiswa ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Muhammad Khairil Zaki Al Asyura, S.Fil.I., M.Si. dan Rumpoko Setyo Jatmiko, S.S., M.A.. Keduanya dikenal aktif dalam kajian bahasa–sastra serta penelitian kontemporer, menjadikan forum ini sebagai ruang strategis untuk memperkaya wawasan mahasiswa BSA.
Dalam penyampaiannya, Rumpoko Setyo Jatmiko menyoroti pentingnya pemahaman terhadap perkembangan teori kritik sastra di era modern.
Ia memaparkan relevansi aliran seperti pascastrukturalisme, pascamodernisme, pascamarxisme, feminisme hingga post-feminisme dalam membaca fenomena teks dan budaya masa kini.
“Mahasiswa BSA perlu membuka diri pada arus pemikiran yang lebih luas, agar karya ilmiah yang dihasilkan tidak hanya deskriptif, tetapi analitis, kontekstual, dan berdaya saing,” tegasnya.
Sementara itu, Muhammad Khairil Zaki Al Asyura mengajak peserta melihat peta baru perkembangan kajian sastra Arab melalui materinya yang berjudul “Peta Baru Kajian BSA: Dari Teks Klasik ke Fenomena Digital”.
Ia menekankan bahwa kajian literer kini telah merambah media digital, budaya populer, hingga fenomena wacana internet.
“Ruang kajian sastra Arab semakin luas. Mahasiswa perlu memahami perubahan landscape ini agar penelitian mereka tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Kuliah tamu ini diikuti oleh pimpinan Prodi BSA serta ratusan mahasiswa angkatan 2022. Antusiasme peserta tampak dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis dan penuh gagasan kritis.
Ketua Prodi BSA, Dr. Abdul Basid, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari roadmap akademik prodi dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah mahasiswa.
“Kami ingin mahasiswa tidak sekadar menulis, tetapi mampu meneliti dengan pendekatan yang tepat, mutakhir, dan berstandar ilmiah tinggi. Kehadiran para pakar ini menjadi penguat bagi fondasi metodologis mereka,” tandasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi akademik antara BSA UIN Malang dan BSA UIN Surakarta.
Melalui agenda ini, Prodi BSA semakin meneguhkan langkahnya dalam mencetak peneliti muda yang kritis, adaptif, dan produktif dalam kajian sastra Arab.( Eno).






