Rasya Murdian Hafiz dan Aura Septi Hidayat Dinobatkan sebagai Jaka Rara Fakultas Humaniora 2025

WhatsApp-Image-2025-12-08-at-08.20.29

Malang | Serulingmedia.com – Rasya Murdian Hafiz dan Aura Septi Hidayat resmi terpilih sebagai Jaka dan Rara Fakultas Humaniora 2025 setelah tampil gemilang pada puncak grand final yang digelar di Ruang Teater Fakultas Humaniora, Minggu (7/12/2025).

Keduanya mencuri perhatian juri dan audiens lewat kecakapan komunikasi, kepercayaan diri, serta karakter yang kuat sebagai representasi mahasiswa Humaniora.

Rasya Murdian Hafiz, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab angkatan 2024, dan Aura Septi Hidayat dari Program Studi Sastra Inggris angkatan 2024, berhasil melewati proses seleksi panjang dan kompetitif.

Dari total 40 pendaftar lintas program studi, panitia menyaring 12 finalis terbaik yang kemudian berlaga di malam puncak.

Dalam penilaian dewan juri yang terdiri dari Dr. Penny Respati Yurisa, M.Pd., Whida Rositama, M.Hum., dan Norma Hasanatul Maghfiroh, M.Psi., Rasya dan Aura dinilai unggul dalam public speaking, kecerdasan berpikir, serta kemampuan menampilkan gagasan secara lugas dan berkelas.

Pemilihan Jaka Rara Fakultas Humaniora tidak hanya menitikberatkan pada penampilan visual, melainkan menjadi bagian dari program pengembangan kapasitas diri yang diinisiasi Komunitas Pesona Humaniora.

Program ini berfokus pada penguatan 48 keterampilan mahasiswa yang terbagi dalam empat komponen utama, yakni Beauty, Brain, Brave, dan Behaviour.

Sepanjang rangkaian seleksi, para finalis diuji melalui berbagai tahapan, mulai dari wawancara mendalam, penilaian public speaking, unjuk bakat, hingga uji spontanitas dalam menyampaikan argumen menggunakan bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab.

Tahun ini, kemampuan bahasa asing para peserta menjadi salah satu daya tarik utama yang mendapat apresiasi juri.

Rasya dan Aura mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih. Menurut keduanya, tantangan terbesar justru datang dari kualitas finalis lain yang sama-sama tampil impresif, terutama dalam penguasaan bahasa dan kemampuan berbicara di depan publik.

Sebagai duta Fakultas Humaniora, Rasya dan Aura berharap dapat memberikan kontribusi nyata dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.

“Mulailah melatih public speaking sejak sekarang dan kuasai bahasa asing, karena itu akan menjadi nilai tambah yang sangat besar,” ujar keduanya usai acara, saat diwawancarai tim Infopub Humaniora.

Panggung grand final yang megah, dukungan sivitas akademika, serta atmosfer kompetisi yang hangat menegaskan ajang Jaka Rara sebagai wadah aktualisasi diri mahasiswa. Para juri mencatat adanya peningkatan signifikan kualitas finalis tahun ini, khususnya dalam kemampuan berbicara kritis yang disampaikan secara natural dalam bahasa asing.

Dengan terpilihnya Rasya Murdian Hafiz dan Aura Septi Hidayat sebagai Jaka Rara Fakultas Humaniora 2025, fakultas menaruh harapan besar agar keduanya mampu menjadi representasi mahasiswa yang kreatif, komunikatif, berkarakter, serta membawa nama baik Fakultas Humaniora di tingkat nasional hingga internasional.

Ajang Jaka Rara tahun ini kembali menegaskan komitmen Fakultas Humaniora dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga percaya diri, berbudaya, dan siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. (Eno)