UIN Malang Gelar Muamalah Festival Vol. 7: Dorong Inovasi dan Integritas dalam Hukum Ekonomi Syariah
Malang | Serulingmedia.com. – Fakultas Syariah Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar Muamalah Festival Vol. 07 dengan tajuk Seminar Nasional bertema “Mewujudkan Kemajuan Berkelanjutan melalui Inovasi Hukum Ekonomi Syariah yang Berintegritas”, Kamis (30/10/2025) di Auditorium lantai 5 Gedung Rektorat UIN Malang.
Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan (tendik) dari Prodi HES.
Seminar menghadirkan tiga narasumber inspiratif, yakni Prof. Dr. Fachruddin, MHI (Guru Besar Fakultas Syariah UIN Malang), Farid Falatehan (Kepala OJK Malang), dan Syaiful Bahri (Manajer Cabang KSPS BMT Kota Malang).
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., membuka acara secara resmi.

Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) HES dalam menggelar seminar nasional yang dinilainya sangat relevan dengan tantangan ekonomi syariah saat ini.
“Persoalan utama ekonomi syariah di Indonesia masih seputar keterbatasan SDM yang kompeten, regulasi dan dukungan pemerintah yang belum optimal, serta minimnya pemahaman masyarakat tentang manfaat ekonomi syariah. Karena itu, edukasi seperti seminar ini sangat penting,” ujarnya.
Dr. Miftahul Huda juga berbagi motivasi kepada mahasiswa agar terus aktif dan produktif.
“Mahasiswa harus pandai mengelola waktu, aktif mengikuti kegiatan seperti ini, serta menjaga kesehatan fisik dan mental agar sukses dalam studi dan karier,” pesannya.

Sementara itu, Ketua HMPS HES Tri Saputra menegaskan bahwa seminar nasional ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa memperluas wawasan, mempertemukan ide, dan mempererat kerja sama antarpihak dalam pengembangan ekonomi syariah,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Fachruddin, MHI menyoroti pentingnya regulasi dan integritas dalam pengembangan ekonomi syariah.
“Pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia sangat pesat, namun harus diimbangi dengan regulasi yang kuat dan integritas dari semua pihak agar memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” jelasnya.
Senada dengan itu, Farid Falatehan dari OJK Malang menekankan besarnya peluang karier di bidang ekonomi syariah.
“Lembaga keuangan berbasis syariah terus bertumbuh. Kebutuhan SDM di bidang ini sangat besar. Namun, seseorang harus memahami dua hal: prinsip-prinsip syariah dan sistem perbankan konvensional,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa ekonomi syariah memiliki nilai sosial yang kuat.
“Jika di ekonomi konvensional dikenal CSR, maka dalam sistem syariah hal itu diwujudkan melalui wakaf, zakat, sedekah, dan kegiatan sosial lainnya,” imbuh Farid.
Menutup kegiatan, Kaprodi HES Dwi Hidayatul Firdaus, M.Si. menyampaikan harapannya agar mahasiswa semakin semangat dan percaya diri dalam mengembangkan potensi di bidang hukum ekonomi syariah.
“Momentum Muamalah Festival ini diharapkan menjadi energi baru bagi mahasiswa untuk terus belajar, memperkuat literasi, dan berani bermimpi besar demi kemajuan ekonomi syariah Indonesia,” tuturnya.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Muamalah Festival Vol. 07 menjadi wujud nyata komitmen UIN Malang dalam mencetak generasi muda yang berintegritas, berilmu, dan berdaya saing global di bidang hukum ekonomi syariah.( Eno).






